Sore kemarin, saya ternganga. Metro TV berkabar berita tentang harga topi yang mahal selangit. Topi flamboyan yang digunakan oleh Putri Beatrice, cucu Ratu Elizabeth II dari Inggris, dalam Royal Wedding William dan Kate Middleton, dihargai 131.652 dolar Amerika Serikat (AS) atau hampir Rp1,2 miliar dalam lelang di laman eBay. Saya tak tahu, berapa buah topi pandan buatan Mak Bareh tetangga saya bisa terbeli dengan uang sebanyak itu. Tapi demikianlah, bak kata eksistensialis Michael Foucault, manusia kehilangan rujukan otoritatif yang rasional, sehingga tak salah kemudian, manusia terjebak kepada pola peniruan dan idol karena "pengaruh instan" dibelakang yang ditiru tersebut, bukan pada substansi dan kualitasnya. Akhirnya, mulai gaya bicara dan baju Michelle Obama menjadi trensetter "mendadak" selepas suaminya, Barrack Obama, menjadi Presiden Amerika Serikat. Padahal sebelumnya, gaya busana Michelle, bukan apa-apa dan siapa-siapa. Bahkan salah seorang kawan saya (ia berjenis kelamin wanita), sampai-sampai browsing di "om google" hanya untuk sekedar melihat pola kerudung yang dipakai Michelle kala berkunjung ke masjid Istiqlal beberapa waktu lalu.








Para istri pemimpin negara-negara G-20. Dari kiri Ban Soon Taek, Chikako Aso, isteri Perdana Menteri Jepun, Laureen Harper, isteri Perdana Menteri Kanada, Gursharan Kaur, Michelle Obama, Istri Presiden Korea Selatan Kim Yoon-ok, Sarah Brown, isteri (mantan) Perdana Menteri Inggris, Margarita Zavala, Wanita Pertama Mexico, Svetlana Medvedeva, Istri Presiden Rusia, Emine Erdogan, Margarida Barroso, isteri Presiden EU, Therese Rein, isteri (mantan) Perdana Menteri Australia Kevin Rudd, dan Dr. Pimpen Vejjajiva, isteri Perdana Menteri Thailand Abhisit Vejjajiva, berfoto di Royal Opera House, Covent Garden.
Sumber photo's : article.wn.com
Sumber photo's : article.wn.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar