Selasa, 20 November 2012

Israel Sedang Menguji Loyalitas Obama

Oleh : Muhammad Ilham 

“When I am the President, the United States will stand shoulder to shoulder with Israel ….." 
(Obama)

Israel sedang "mentesting" Obama. Secara politik, Israel berharap agar Matt Romney yang terpilih karena (teramat) berorientasi pada Israel. Tapi publik Paman Sam ternyata lebih menyukai suami Michelle Obama ini. Dan, Israel ingin menguji sebuah hal yang bernama "kesetiaan" ..... dan Obama (serta siapapun nantinya Presiden AS), pasti setia. Sangat tidak mungkin Obama melawan arus “pakem” kebijakan politik standar Amerika Serikat, apalagi Obama nyata-nyata telah mendukung Israel sebelum ia jadi Presiden. Persoalan Palestina-Israel, lebih memungkinkan hanya bisa diselesaikan oleh komunitas Timur Tengah, khususnya negara-negara Islam Teluk. Kita tak bisa berharap banyak pada PBB, demikian juga dengan Amerika Serikat, siapapun presidennya. Dalam ilmu politik, antara Israel dan Palestina telah terjadi cyrcle bargaining, siklus tawar-menawar. Siapa yang menunggangi dan ditunggangi, tidak jelas secara konkrit. Apakah Israel yang menunggangi Amerika Serikat atau sebaliknya. Namun yang jelas, hubungan Amerika Serikat dan Israel adalah hubungan simbiosis mutualis, saling menguntungkan. Oleh karena itu, kemauan politik negara-negara Timur Tengah-lah yang lebih rasional dan memungkinkan. 

Salah satu bukti kesetiaan itu terlihat dari tanggapan Gedung Putih berkaitan dibombardirnya Gaza dalam minggu terakhir ini. Dunia internasional (termasuk PBB dan ASEAN) "mengutuk" dibombardirnya Gaza tersebut. Namun Israel - sebagaimana halnya dengan tindakan negara ini pada waktu-waktu terdahulu - tetap tak bergeming. Sedangkan Gedung Putih, mendukung (selalu) tindakan negara Zionis ini, dengan menyelipkan sedikit "pesan kemanusiaan" yang mudah dibaca sebagai "kamuflase diplomasi internasional", sebagaimana tanggapan Obama tentang Gaza.  "Presiden menegaskan kembali dukungan AS terhadap hak Israel untuk mempertahankan diri, dan juga menyampaikan penyesalan mendalam atas jatuhnya korban jiwa baik dari warga sipil Palestina maupun Israel," demikian pernyataan Gedung Putih seperti dilansir AFP, Sabtu (17/11/2012). PM Netanyahu yang menginisiasi telepon tersebut, menyampaikan apresiasi mendalam atas investasi AS bagi roket Iron Dome dan sistem pertahanan mortar. Menurut Netanyahu, persenjataan tersebut secara efektif melawan roket yang ditembakkan oleh militan Hamas dari Jalur Gaza. "Efektif melawan ratusan roket yang ditembakkan dari Gaza dan berhasil menyelamatkan banyak nyawa warga Israel," imbuh pernyataan tersebut yang mengutip pernyataan Netanyahu. Namun, pernyataan Gedung Putih tidak memberikan penjelasan lebih lanjut soal rencana kedua negara. Hanya disebutkan bahwa, kedua pemimpin juga mendiskusikan soal cara untuk meminimalisir konflik yang terjadi.

“When I am the President, the United States will stand shoulder to shoulder with Israel", demikian Obama.  

Berikut tanggapan beberapa kawan (facebooker) di Facebook saya : 

Anis Ahmad semua sedang mengetes pak Muhammad Ilham Fadli...menurut Rabbi Jonathan Sacks yang berbicara kpd BBC..eskalasi ketegangan saat ini antara Israel dan Hamas "ada hubungannya dengan Iran, sebenarnya. lebih lanjut bisa disimak di surat kabar Sayap kiri Israel Haaretz telah menerbitkan serangkaian artikel sepanjang minggu ini yang menunjukkan bahwa penyerangan ke Gaza bisa menjadi "pemanasan" untuk menyerang Iran.

http://www.haaretz.com/weekend/week-s-end/for-netanyahu-gaza-escalation-could-pave-the-way-to-iran-strike.premium-1.478369

masih inget ttg drone hizbullah yang menyelinap ke israel dan berhasil memotret latihan perang antara IDF dan Us Army?
mereka sdh siap2 utk melakukan latihan perang dlm menghadapi Iran

http://www.bizpacreview.com/hezbollah-drone-transmitted-preparations-for-israeli-u-s-joint-military-exercise/
 

Secara teori, pasukan yang mampu menyerang Ahmed Jabari akan dapat menentukan lokasi Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad. Dan dengan pasukan tersebut juga mampu menghancurkan roket Fajr serta rudal Shihabs, serta instalasi nuklir Iran.

Juru Bicara IDF
menekankan bahwa "Jalur Gaza telah menjadi garis depan pangkalan Iran." Pada pandangan pertama, Operasi Pilar Pertahanan tampaknya ditujukan pada arena Palestina, namun pada kenyataannya diarahkan atas permusuhan Iran terhadap Israel. "

"Operasi Pillar of Clouds merupakan tes praktek keahlian untuk komandan Angkatan Udara Israel dan kepala Intelejen IDF, Mayor Gens Amir Eshel dan Aviv Kochavi."

http://www.youtube.com/watch?v=P6U2ZQ0EhN4&feature=player_embedded

M Arief Pranoto Mungkin kalau Henry Bannerman masih hidup, ia akan berkata "peran yang dimainkan sudah benar" --- menjadi organ pemecah-belah di Jazirah Arab.

Muhammad Ilham Fadli Dan LUCUnya, cuma IRAN yang bersuara keras, sedangkan negara TimurTengah yang (katanya) Islam itu, semuanya mendiam bisu, buta dan pekak bin tuli : _____ http://news.detik.com/read/2012/11/19/104134/2094064/1148/ahmadinejad-kecam-serangan-israel-ke-gaza?nlogo

Referensi : BBC/AFPNews & detik.com (Foto : republika.co.id)
   

Tidak ada komentar: