Senin, 23 Juli 2012

Ariel dan Budaya Permisif

Oleh : Muhammad Ilham 

Ariel Peterpan @ Nazriel Irham Sang Cassanova - setidaknya demikian orang banyak memberikan gelar kepada sang vokalis jenis itu, 23 Juli nanti, bebas. Berita (akan) bebas bersaratnya Ariel begitu luar biasa, sehingga beberapa media massa butuh membuat tag-line sendiri untuk memberitakan saat-saat menjelang kebebasan ayah satu anak ini. Histeria luar biasa para "anak gadis" pun mulai terjadi. Beragam jenis rupa-rona kaum hawa mulai terlihat, setidaknya demikian "gambaran" acara-acara infotainment belakangan ini. Secara pribadi, walau saya termasuk orang yang sangat menggandrungi lagu-lagu Peterpan, sudah mulai bosan  bicara apalagi diskusi tentang Ariel-Luna-Tari gate. Pasalnya, telah banyak orang yang menonton film "asyik-masyuknya" (dan itu termasuk saya, suer he he he). Ditambah lagi, Ariel telah "membayar" kesalahannya (walau hingga putusan dibacakan, ia tetap tidak mengaku sebagai "aktor-pelakon") dengan hukuman penjara. Allah SWT. saja Maha Pemaaf, apalagi kita yang dhaif ini. Tak baik lagi untuk menghakimi Ariel sebagai personal. Persoalan ia akan berubah atau tidak, tergantung dan terpulang pada yang punya badan.   Walau malas mendiskusikan tentang kasus Ariel ini, namun tetap saja tanda tanya besar muncul dalam benak saya. Bagi saya, kasus ini "menohok" tatanan dan pakem sosial kita semua. Munculnya budaya permisif.

Saya juga tak akan ulas kupas-tuntas "gaya cacing gila" karena gaya apapun itu, semuanya terasa sudah akrab sejak zaman nenek paling moyang sekalipun bahkan sampai anak-anak yang belum masanya mengenal ‘jurus’ begituan. Teknologi informasi mendidik "tamu ngeres" itu tidak santun. Dia nyelonong boy sesuka hati. Di hand-phone tersedia layanan. Di rumah-rumah fasilitas memungkinkan. Dan di warnet apalagi. Nonstop online biar sering dioperasi. Bak kata Budayawan Suud Sukendar, video porno ini sudah lama berkembang sebagai rumor. katanya Ariel (mirip) berhubungan intim dengan Luna Maya (mirip). Gambar hidup mesum itu menjalar dari hand-phone ke hand-phone. Dan ‘penjalaran’itu akhirnya berubah menjadi tebak-tebakan. Betulkah itu Ariel? Benarkah si cantik itu Luna Maya? Soalnya amat disayangkan jika kegantengan dan kecantikannya diobral murah. Teka-teki yang tidak saling silang itu belum sempat terpecahkan, eh tahunya si mirip Ariel ini hadir kembali.  Ini kali bukan sama si mirip Luna Maya, tapi dengan si mirip Cut Tari. Celakanya yang belakangan ini bukan sorangan. Dia sudah bersuami dan punya momongan. "Tragedi Buah Apel" terakhir ini pencuat video mesum itu. Jika mirip Luna Maya dan mirip Ariel orang masih permisif karena mereka berpacaran. Tapi begituan dengan mirip Cut Tari sudah memasuki pal merah. Zona larangan yang tak baik bagi siapa saja. Merusak pagar ayu. Pagar makan tanaman. Celakanya sampai kini dua petualangan cinta para "miripus" itu masih dianggap biasa dan jadi cerita menggairahkan. Bahkan seorang seniman beberapa hari lalu, berucap, "Ariel itu entertainer dan musikus sejati, pantas ia Playboy dan melakukan hal itu".  Masyarakat Indonesia, rasanya sudah mulai "berkompromi" dengan budaya Permissif. Suatu hal yang menurut Pemikir Islam Afrika Selatan - Ahmad Deedat - sebagai simbol peradaban paling bawah. 

Selamat bebas bung Ariel. "Gate" anda, banyak memberikan pelajaran pada bangsa ini. 

Sumber foto : cartoonized.net/Referensi : Suud Sukendar/detik.com

Agus Salim, Ivan Illich dan Desholling Society

Oleh : Muhammad Ilham

Filosof  IVAN ILLICH beberapa belas tahun terdahulu, pernah memproklamirkan, "saya tak percaya institusi pendidikan", katanya dalam Deschooling Society.  Dan, bagi siapa yang pernah membaca buku SERATUS TAHUN HAJI AGUS SALIM, akan mengatakan bahwa Ivan Illich bukanlah yang pertama. Haji Agus Salim yang diberi gelar sebagai "Diplomat Ulung Hidup Melarat" oleh Indonesianist Avant Garde - George Mc. Turnan Kahin - tidak pernah menyekolahkan anaknya di sekolah formal. "Semua yang saya butuhkan untuk hidup ini saya dapatkan di luar bangku sekolah," kata Bibsy Agus Salim (foto bawah). Mungkin kita berbeda pendapat dengan Agus Salim yang dikagumi oleh RA. Kartini ini, tapi ketika membaca buku di atas, Agus Salim nampaknya tidak ingin berharap banyak kepada institusi pendidikan. Beliau yang banyak menguasai bahasa asing tersebut ingin menegaskan : "Jangan Terlampau Bebankan Pendidikan Anak pada Institusi Pendidikan. Keluarga-lah yang Utama".    

Foto : Bibsy Agus Salim yang memiliki nama SITI ASIA (tak memiliki riwayat pendidikan formal). Demikian juga dengan adiknya CHIDDIQ ISLAM.    

::: terinspirasi dari "kegundahan" seorang kawan, ketika bercengkerama di kedai, "saya sudah menghabiskan banyak uang untuk memberikan les pada anak saya, memasukkannya di sekolah swasta cukup baik, mengantarkannya mengaji di TPA cukup baik (pula) ..... tapi, mengapa anak saya ini tidak bisa dibentuk dengan baik oleh sekolah dan TPA-nya?".

Skenario Perang Dunia ke-III ? (Dipicu Serangan Israel Atas Iran) : Bagian 1

Ditulis ulang : Muhammad Ilham  
(c) Michel Chossudovsky 
Bahan untuk mahasiswa saya di kelas Pendekatan Sejarah Politik

Penimbunan dan penyebaran sistem senjata canggih yang diarahkan terhadap Iran dimulai sesudah pengeboman dan invasi kepada Irak tahun 2003. Sejak awal, rencana perang ini dipimpin oleh Amerika Serikat, dalam hubungannya dengan NATO dan Israel. Setelah invasi Irak tahun 2003, pemerintahan Bush mengidentifikasi Iran dan Suriah sebagai tahapan berikutnya dari "peta jalan untuk perang". Sumber-sumber militer Amerika Serikat mengisyaratkan bahwa serangan udara terhadap Iran bisa melibatkan penyebaran yang berskala besar sebanding dengan "shock and awe" serangan bom Amerika Serikat di Irak pada Maret tahun 2003.  "Serangan udara Amerika terhadap Iran akan jauh melebihi jangkauan serangan Israel tahun 1981 di pusat nuklir Osiraq di Irak, dan akan lebih menyerupai hari pertama  dari serangan udara tahun 2003 melawan Irak (See Globalsecurity).  

"Theater Iran Near Term" (TIRRANT)

Nama kode yang diberikan oleh para perencana militer Amerika Serikat adalah TIRANNT, "Theater Iran Near Term", simulasi serangan terhadap Iran telah dimulai pada Mei tahun 2003 "ketika pemodel dan spesialis intelijen mengumpulkan data yang diperlukan untuk tingkat-medan perang (berarti berskala besar) analisis skenario bagi Iran." ((William Arkin, Washington Post, 16 April 2006). Skenarionya mengidentifikasikan beberapa ribu sasaran di dalam wilayah Iran sebagai bagian dari "Shock and Awe" Blitzkrieg: "Analisis yang disebut TIRANNT, singkatan dari "Theater Iran Near Term," masih ditambah pula dengan skenario tiruan invasi Korps Marinir dan simulasi kekuatan rudal Iran. Dalam waktu yang bersamaan para perencana Amerika Serikat dan Inggris melakukan sebuah permainan perang Laut Kaspia. Bush mengarahkan Komando Strategis Amerika Serikat untuk menyusun rencana aksi serangan perang global untuk menyerang lokasi senjata pemusnah massal Iran. Semua ini akhirnya akan menjadi masukan berupa rencana perang baru untuk "major combat operations" terhadap Iran yang sekarang sudah dikonfirmasikan oleh sumber militer [April 2006] dalam bentuk draft. 


"Rencana tersebut termasuk serangan udara besar-besaran terhadap Iran baik menggunakan senjata nuklir maupun konvensional dan taktis. Di dalam wilayah Iran terdapat lebih dari 450 sasaran strategis penting, termasuk sejumlah sasaran yang dicurigai sebagai tempat pengembangan program-senjata-nuklir. Banyak target keras atau jauh berada di bawah tanah dan tidak bisa dihancurkan oleh senjata konvensional, maka akan dihancurkan dengan opsi nuklir. Seperti dalam kasus Irak, respon ini kurang penting apakah Iran yang sesungguhnya terlibat dalam tindakan terorisme yang ditujukan terhadap Amerika Serikat. Beberapa pejabat senior Angkatan Udara yang terlibat dalam perencanaan dilaporkan terkejut terhadap implikasi dari apa yang akan mereka lakukan - bahwa Iran sedang disiapkan untuk sebuah serangan nuklir yang tak beralasan – namun tidak seorangpun siap untuk merusak karirnya dengan mengajukan keberatan." (Philip Giraldi, Deep Background,The American Conservative August 2005)

The Military Road Map: "Pertama Iraq, kemudian Iran"

Keputusan untuk menargetkan Iran di bawah TIRANNT adalah bagian dari proses perencanaan militer yang lebih luas dari urutan operasi militer. Hal tersebut sudah dilakukan di bawah pemerintahan Clinton, Pusat Komando Amerika Serikat (USCENTCOM) telah menyusun "rencana medan perang", pertama untuk menyerang Irak dan kemudian Iran. Akses terhadap minyak Timur Tengah adalah merupakan tujuan strategis lain. "Kepentingan dan tujuan keamanan nasional yang luas dinyatakan Presiden dalam Strategi Keamanan Nasional - National Security Strategy (NSS) dan Ketua Strategi Militer Nasional - National Military Strategy (NMS) membentuk dasar strategi medan perang Pusat Komando Amerika Serikat (NSS) mengarahkan pelaksanaan strategi penahanan ganda dari negara-negara nakal seperti Irak dan Iran selama negara-negara tersebut menjadi ancaman terhadap kepentingan Amerika Serikat, kepada negara-negara lain di wilayah ini, dan termasuk para warganegaranya. Penahanan ganda  dirancang untuk menjaga keseimbangan kekuasaan di wilayah itu tanpa tergantung baik kepada Iraq atau Iran.  Strategi medan perang terhadap Iran yaitu USCENTCOM adalah merupakan interest-based danthreat-focused. Tujuan dari keterlibatan Amerika Serikat seperti yang dianut pada NSS, adalah untuk melindungi kepentingan vital Amerika Serikat di wilayah tersebut – supaya tidak terganggu, Amerika Serikat aman demikian juga akses Sekutu kepada minyak Teluk. Perang di Iran dipandang sebagai bagian dari suksesi operasi militer. Menurut (mantan) Panglima NATO Jenderal Wesley Clark, peta-jalan militer Pentagon terdiri dari urutan negara-negara: "Rencana operasi militer lima tahun [termasuk] ... total tujuh negara, dimulai dengan Irak, kemudian Suriah, Libanon, Libya, Iran, Somalia dan Sudan." Dalam "Winning Modern Wars" (halaman 130) Jenderal Clark menyatakan sebagai berikut :  

"Ketika saya kembali melalui Pentagon pada bulan November 2001, salah seorang staf petugas senior militer punya waktu untuk bercakap-cakap. Ya, kami masih berada dalam jalur melawan Irak. Tapi masih ada lagi. Katanya hal ini sedang dibahas sebagai bagian dari rencana operasi militer lima tahun, dan jumlahnya ada tujuh negara, dimulai dengan Irak, lalu Suriah, Libanon, Libya, Iran, Somalia dan Sudan (See Secret 2001 Pentagon Plan to Attack Lebanon, Global Research, July 23, 2006) 

Peran Israel

Terdapat banyak perdebatan mengenai peranan Israel dalam memulai serangan terhadap Iran. Israel merupakan bagian dari sebuah aliansi militer. Tel Aviv bukanlah penggerak utama. Israel tidak memiliki agenda militer yang terpisah dan berbeda. Israel terintegrasi ke dalam "rencana perang untuk operasi tempur besar" terhadap Iran yang dirumuskan pada tahun 2006 oleh Komando Strategis Amerika Serikat  (USSTRATCOM). Dalam konteks operasi militer skala besar, suatu tindakan militer sepihak yang tidak terkoordinasi oleh salah satu mitra koalisi, yaitu Israel, dari sudut pandang militer dan strategis hampir mustahil. Israel secara de facto anggota NATO. Setiap tindakan oleh Israel akan membutuhkan "lampu hijau" dari Washington. Sebuah serangan oleh Israel bagaimanapun juga bisa digunakan sebagai "mekanisme pemicu" yang akan melancarkan perang habis-habisan terhadap Iran, serta pembalasan oleh Iran yang diarahkan kepada Israel. Dalam hal ini, ada indikasi bahwa Washington mungkin mempertimbangkan pilihan serangan awal Israel dengan (dukungan Amerika Serikat) dan bukan sebuah operasi militer pimpinan Amerika Serikat langsung diarahkan terhadap Iran. Serangan Israel - meskipun hubungannya dekat dengan Pentagon dan NATO - akan disampaikan kepada opini publik sebagai keputusan sepihak oleh Tel Aviv. Hal ini kemudian akan digunakan oleh Washington untuk membenarkan di mata opini Dunia, berupa intervensi militer Amerika Serikat dan NATO dengan maksud untuk "mempertahankan Israel", daripada menyerang Iran. Dalam perjanjian kerja sama militer yang ada, baik Amerika Serikat maupun NATO "diwajibkan" untuk "membela Israel" bila diserang Iran dan Suriah. 

Perlu dicatat, dalam hal ini, bahwa pada awal masa jabatan kedua Bush, (mantan) Wakil Presiden Dick Cheney mengisyaratkan, dengan tegas, bahwa Iran berada  "paling atas dalam daftar" dari "musuh nakal" Amerika, dan bahwa Israel akan menyatakan "melakukan pemboman untuk kita", tanpa keterlibatan militer Amerika Serikat dan tanpa kita menekan mereka "untuk melakukannya" (See Michel Chossudovsky, Planned US-Israeli Attack on Iran, Global Research, May 1, 2005): Menurut Cheney: "Salah satu kekhawatiran orang adalah bahwa Israel mungkin melakukannya tanpa diminta ... Mengingat fakta bahwa Iran memiliki kebijakan yang menyatakan bahwa tujuan mereka adalah untuk menghancurkan Israel, Israel mungkin memutuskan untuk bertindak lebih awal, dan membiarkan seluruh dunia khawatir mengenai  penyelesaian  kekacauan diplomatik setelah itu, "(Dick Cheney, dikutip dari Wawancara MSNBC, Januari 2005)/  Mengomentari pernyataan Wakil Presiden, mantan penasehat Keamanan Nasional, Zbigniew Brzezinski dalam sebuah wawancara di PBS, menegaskan dengan sedikit ketakutan pada sesuatu yang akan terjadi, ya: Cheney menginginkan Perdana Menteri Ariel Sharon untuk bertindak atas nama Amerika dan "melakukannya" untuk kita. 

"Saya pikir Iran lebih ambigu. Dan ada masalah disana, tentu bukan tirani;.. itu adalah senjata nuklir. Dan Wakil Presiden hari ini dalam pernyataan paralel yang aneh terhadap pernyataan kebebasan ini yang mengisyaratkan bahwa Israel mungkin melakukannya, namun kenyataannya menggunakan bahasa yang terdengar seperti pembenaran atau bahkan suatu dorongan bagi Israel untuk melakukannya." 

Apa yang berurusan dengan kita adalah operasi militer bersama Amerika Serikat-NATO-Israel untuk membom Iran, yang telah dalam tahap perencanaan aktif sejak tahun 2004. Pejabat Departemen Pertahanan, di bawah Bush dan Obama, telah bekerja tekun dengan militer Israel dan mitra-mitra intelijennya mengidentifikasi dengan hati-hati sasaran di dalam wilayah Iran. Dalam istilah praktis militer, setiap tindakan oleh Israel harus direncanakan dan dikoordinasikan di tingkat tertinggi koalisi yang dipimpin Amerika Serikat. Serangan oleh Israel juga akan memerlukan koordinasi dukungan logistik Amerika Serikat–NATO, khususnya yang berkaitan dengan sistem pertahanan udara Israel, yang sejak Januari 2009 sepenuhnya terintegrasi ke dalam Amerika Serikat dan NATO. (See Michel Chossudovsky,  Unusually Large U.S. Weapons Shipment to Israel: Are the US and Israel Planning a Broader Middle East War? Global Research, January 11,2009).  Sistem radar X band Israel dibangun pada awal tahun 2009 dengan dukungan teknis Amerika Serikat telah "mengintegrasikan sistem pertahanan rudal Israel dengan jaringan deteksi rudal global Amerika Serikat [Pangkalan-Ruang Angkasa], yang meliputi satelit, kapal Aegis di Mediterania, Teluk Persia dan Laut Merah serta Patriot radar dan yang berpangkalan di darat." (Defense Talk.com, January 6, 2009,) Apakah ini berarti bahwa Washington akhirnya memutuskan apa yang seharusnya dilakukan. Lebih baik Amerika Serikat daripada Israel yang mengendalikan sistem pertahanan udara:' ‘ini artinya tetap dengan menggunakan sistem radar Amerika Serikat,’ "kata jurubicara Pentagon, Geoff Morrell. "Jadi ini bukan sesuatu yang kita berikan atau menjualnya kepada Israel dan hal itu adalah sesuatu yang wajar akan memerlukan personel Amerika Serikat untuk mengoperasikannya.'" (Dikutip dari Israel National News, 9 Januari 2009). 

Angkatan Udara Amerika Serikat  mengawasi sistem Pertahanan Udara Israel, yang terintegrasi ke dalam sistem global Pentagon. Dengan kata lain, Israel tidak dapat melancarkan perang terhadap Iran tanpa persetujuan Washington. Oleh karena pentingnya undang-undang yang disebut "Green Light" di Kongres Amerika Serikat  yang disponsori oleh partai Republik di bawah Resolusi House 1553, yang secara eksplisit mendukung serangan Israel terhadap Iran: "Undang-undang diajukan oleh Louie Gohmert, partai Republik dari Texas dan 46 rekannya, mendukung penggunaan “semua sarana yang diperlukan Israel" terhadap Iran "termasuk penggunaan kekuatan militer...."Kita harus melakukan ini. Kami perlu menunjukkan dukungan kepada Israel.  Kita harus berhenti bermain game dengan sekutu penting di tengah wilayah yang sulit"’ (See Webster Tarpley, Fidel Castro Warns of Imminent Nuclear War; Admiral Mullen Threatens Iran; US-Israel Vs. Iran-Hezbollah Confrontation Builds On, Global Research, August 10, 2010)

Dalam praktek, undang-undang yang diusulkan tersebut adalah "Green Light" kepada Gedung Putih dan Pentagon daripada kepada Israel. Ini merupakan persetujuan untuk perang yang disponsori Amerika Serikat melawan Iran yang menggunakan Israel sebagai landasan melancarkan gerakan militer yang sesuai. Hal ini juga berfungsi sebagai pembenar untuk berperang dengan tujuan untuk membela Israel. Dalam konteks ini, Israel memang bisa memberikan alasan palsu untuk berperang, sebagai tanggapan terhadap dugaan serangan Hamas atau serangan Hizbullah dan/atau memicu permusuhan di perbatasan Israel dengan Lebanon. Apa yang penting untuk dipahami adalah bahwa sebuah "insiden" kecil dapat digunakan sebagai alasan untuk memicu sebuah operasi militer besar terhadap Iran. Dikenal oleh perencana militer Amerika Serikat, Israel (bukan Amerika Serikat) akan menjadi sasaran pertama pembalasan militer Iran. Secara umum, bangsa Israel akan menjadi korban dari intrik Washington maupun pemerintah mereka sendiri. Ya,  dalam hal ini, sangat penting bahwa Israel tegas menentang setiap tindakan oleh pemerintah Netanyahu untuk menyerang Iran. 

Michel Chossudovsky seorang penulis pemenang penghargaan, Profesor  Ekonomi (Emeritus) pada Universitas Ottawa dan Direktur dari the Centre for Research on Globalization (CRG), Montreal. Ia menulis buku berjudul The Globalization of Poverty and The New World Order (2003) dan America’s “War on Terrorism” (2005). Ia juga seorang kontributor the Encyclopaedia Britannica. Tulisan-tulisannya telah diterbitkan dalamlebih dari duapuluh bahasa. Ia dapat dihubungi di globalresearch.ca website 

Related articles 
Targeting Iran: Is the US Administration Planning a Nuclear Holocaust? 
- by Michel Chossudovsky - 2010-08-09 
Preparing for World War III, Targeting Iran 
- by Michel Chossudovsky - 2010-08-01

Skenario Perang Dunia ke-III ? (Dipicu Serangan Israel Atas Iran) : Bagian II

Ditulis ulang : Muhammad Ilham  
(c) Michel Chossudovsky 
Bahan untuk mahasiswa saya di kelas Pendekatan Sejarah Politik

Operasi militer global dikoordinasikan dari Markas Komando Strategis Amerika Serikat  (USSTRATCOM) dari pangkalan Angkatan Udara Offutt di Nebraska, berkerja sama dengan komando regional, Komando Pejuang Terpadu (misalnya Komando Sentral Amerika Serikat di Florida, yang bertanggung jawab untuk Timur Tengah -Tengah dan kawasan Asia, lihat peta di bawah) serta unit komando koalisi di Israel, Turki, Teluk Persia dan Diego Garcia, yaitu pangkalan militer Amerika Serikat di Samudera Hindia. Perencanaan Militer dan pengambilan keputusan di tingkat negara sekutu Amerika Serikat-NATO yang dilakukan oleh individu juga "negara-negara mitra" diintegrasikan ke dalam desain militer global termasuk mempersenjatai ruang angkasa. Di bawah mandat baru, USSTRATCOM memiliki tanggung jawab untuk "mengawasi rencana serangan global" yang terdiri dari senjata konvensional dan nuklir. Dalam jargon militer, yang dijadwalkan untuk memainkan peran adalah "sebuah integrator global dengan beban misi Operasi Ruang Angkasa; Operasi Informasi; Pertahanan Rudal Terpadu; Komando Global & Pengendalian; Intelijen, Surveillance dan Reconnaissance; Global Strike; dan Strategic Deterrence.... " 

Tanggungjawab USSTRATCOM meliputi: "Memimpin, perencanaan, pelaksanaan strategis  & operasi pencegahan " di tingkat global, "sinkronisasi rencana operasi dan pertahanan rudal global", "sinkronisasi rencana perang regional", dll. USSTRATCOM merupakan lembaga utama dalam mengkoordinasikan peperangan modern . Pada bulan Januari 2005, pada awal pengerahan dan pembangunan militer yang ditujukan kepada Iran, USSTRATCOM diidentifikasi sebagai "Komando Peramg  untuk integrasi dan sinkronisasi Departemen Pertahanan Amerika Serikat dalam upaya memerangi senjata pemusnah massal." (Michel Chossudovsky, Nuclear War against Iran, Global Research, January 3, 2006). Apakah ini berarti bahwa koordinasi serangan yang berskala besar terhadap Iran, termasuk berbagai skenario eskalasi di dalam dan di luar wilayah Timur Tengah serta yang lebih luas Asia Tengah akan dikoordinasikan oleh USSTRATCOM. 

Senjata-senjata Nuklir Taktis Diarahkan Langsung Kepada Iran

Dikonfirmasi dengan dokumen militer serta laporan resmi, baik Amerika Serikat maupun Israel memikirkan penggunaan senjata nuklir yang diarahkan terhadap Iran. Pada tahun 2006, Komando Strategis Amerika Serikat (USSTRATCOM) mengumumkan bahwa pihaknya telah mencapai kemampuan operasional untuk mentargetkan sasaran secara cepat dengan menggunakan senjata nuklir atau sebjata konvensional ke seluruh dunia. Pengumuman ini dibuat setelah melakukan simulasi militer yang berkaitan dengan serangan nuklir yang dipimpin Amerika Serikat terhadap negara fiktif. (David Ruppe, Preemptive Nuclear War in a State of Readiness: U.S. Command Declares Global Strike Capability, Global Security Newswire, December 2, 2005). 

Kesinambungan dalam hubungannya dengan era Bush-Cheney: Presiden Obama telah mendukung sebagian besar doktrin pre-emptive penggunaan senjata nuklir yang dirumuskan oleh pemerintahan sebelumnya. Di bawah the 2010 Nuclear Posture Review, pemerintahan Obama menegaskan "bahwa itu merupakan pesan berupa hak untuk menggunakan senjata nuklir terhadap Iran" sebagai risiko ketidak-kepatuhan Iran terhadap tuntutan Amerika Serikat mengenai program dugaan (tidak ada) senjata nuklir. (U.S. Nuclear Option on Iran Linked to Israeli Attack Threat - IPS ipsnews.net, April 23, 2010). Pemerintahan Obama juga mengisyaratkan bahwa mereka akan menggunakan nuklir dalam hal Iran merespon atas serangan Israel  kepada Iran. (Ibid). Israel juga membuat sendiri "rencana rahasia" untuk membom Iran dengan senjata nuklir taktis. 

Sumber-sumber senior mengatakan ""Komandan militer Israel yakin serangan konvensional mungkin tidak lagi cukup untuk memusnahkan fasilitas pengayaan yang semakin baik dipertahankan. Beberapa telah dibangun di bawah tanah minimal 70 kaki dari beton dan batu. Namun, the nuclear-tipped bunker-busters akan digunakan hanya jika serangan konvensional dikesampingkan dan jika Amerika Serikat menolak untuk campur tangan."(Revealed: Israel plans nuclear strike on Iran - Times Online, January 7, 2007) 

Pernyataan Obama tentang penggunaan senjata nuklir terhadap Iran dan Korea Utara konsisten dengan doktrin senjata nuklir Amerika Serikat pasca 9/11 yang memungkinkan untuk penggunaan senjata nuklir taktis di medan perang konvensional. Melalui kampanye propaganda yang telah meminta dukungan dari “otoritatif” ilmuwan nuklir, senjata nuklir mini itu didukung sebagai instrumen perdamaian, yaitu sarana untuk memerangi "terorisme Islam" dan mengukuhkan "demokrasi" gaya Barat di Iran. Nuklir low-yield telah dibersihkan untuk "digunakan di medan perang". Senjata nuklir tersebut dijadwalkan akan digunakan Amerika terhadap Iran dan Suriah dalam tahap berikutnya, disamping senjata konvensional dalam "perang melawan Terorisme". 

"Para pejabat pemerintah menyatakan bahwa senjata nuklir low-yield diperlukan sebagai pencegah yang kredibel terhadap negara-negara nakal [Iran, Suriah, Korea Utara] logika mereka adalah bahwa senjata nuklir yang ada terlalu destruktif untuk digunakan kecuali dalam perang nuklir yang berskala penuh. Musuh-musuh potensial menyadari hal ini, sehingga mereka tidak memperhitungkan ancaman pembalasan nuklir dapat dipercaya Namun, senjata-senjata low-yield kurang daya merusaknya, sehingga dapat dipikirkan untuk digunakan. Dengan demikian akan menjadikan mereka lebih efektif sebagai senjata penangkal." (Opponents Surprised By Elimination of Nuke Research Funds Defense News November 29, 2004)

Pemilihan penggunaan senjata nuklir terhadap Iran berupa senjata nuklir taktis (Buatan Amerika), yaitu bunker buster bom dengan hulu ledak nuklir (misalnya B61-11), dengan kapasitas peledak antara sepertiga sampai enam kali bom Hiroshima. The B61-11 adalah "versi nuklir" dari "konvensional" BLU 113 atau Unit Pemandu Bom GBU-28.. Bom ini dapat dibawa dengan cara yang sama seperti bunker buster bom konvensional. (See Michel Chossudovsky, http://www.globalresearch.ca/articles/CHO112C.html, see also http://www.thebulletin.org/article_nn.php?art_ofn=jf03norris). Sementara Amerika Serikat  tidak bermaksud menggunakan senjata termonuklir strategis terhadap Iran, sebagian besar penyebaran senjata nuklir Israel terdiri dari bom termonuklir dan dapat digunakan dalam perang dengan Iran. Dengan sistem rudal Jericho-III Israel yang jangkauannya berkisar antara 4.800 km sampai 6.500 km, maka semua wilayah Iran akan berada dalam jangkauannya.

Dengan logika yang diplintir, senjata nuklir disajikan sebagai sarana untuk membangun perdamaian dan mencegah "kerusakan kolateral". Tidak ada senjata nuklir Iran apalagi merupakan ancaman bagi keamanan global, sebaliknya Amerika Serikat dan Israel adalah instrumen perdamaian yang "tidak membahayakan bagi penduduk sipil di sekitarnya". “Ibu Dari Semua Bom” "The Mother of All Bombs" (MOAB) dijadwalkan digunakan terhadap Iran.  Signifikansi militer senjata konvensional dalam angkatan bersenjata Amerika adalah 21.500-pon "senjata rakasa" dijuluki "ibu dari semua bom" The GBU-43/B or Massive Ordnance Air Blast bomb (MOAB) dikategorikan "sebagai senjata non-nuklir paling kuat yang pernah dirancang" diketahui sebagai arsenal konvensional terbesar di Amerika Serikat. MOAB diuji pada awal Maret 2003 sebelum dikirim ke medan  perang Irak. Menurut sumber-sumber militer Amerika Serikat, Kepala Staf Gabungan telah memberitahu pemerintah Saddam Hussein sebelum diluncurkan tahun 2003 bahwa "ibu dari semua bom" akan digunakan terhadap Irak. (Ada laporan yang belum dikonfirmasi bahwa MOAB telah digunakan di Irak). 

Departemen Pertahanan Amerika Serikat telah mengkonfirmasi pada bulan Oktober 2009 bahwa bermaksud untuk menggunakan "Ibu dari semua Bom" (MOAB) terhadap Iran. Dikatakannya MOAB "ideal untuk mengubur fasilitas nuklir seperti Natanz atau Qom di Iran" (Jonathan Karl, Is the U.S. Preparing to Bomb Iran? ABC News, October 9, 2009). Kebenaran dari masalah ini adalah bahwa MOAB, karena mengingat daya ledaknya tersebut, akan mengakibatkan korban sipil yang sangat besar. Ini adalah "mesin pembunuh" konvensional dengan jenis awan jamur nuklir. Pengadaan empat MOAB ditugaskan pada bulan Oktober 2009 dengan biaya yang cukup besar sejumlah US$,58,4 juta ($ 14,6 juta untuk masing-masing bom). Jumlah ini termasuk untuk membiaya pengembangan dan pengujian serta integrasi bom MOAB ke pembom siluman B-2. (ibid). pengadaan ini berkaitan langsung dengan persiapan perang dalam hubungannya dengan Iran. Pemberitahuan dimuat dalam sebuah "reprogramming memo" setebal 93 halaman termasuk instruksi berikut ini : 

"Departemen memiliki sebuah Urgent Operational Need (UON) yang berkemampuan menyerang sasaran keras di daerah yang tinggi tingkat ancamannya dan sekaligus menguburkannya. MOP [Ibu Segala Bom] adalah senjata pilihan yang memenuhi persyaratan UON [Urgent Operational Need]." Dinyatakan lebih lanjut bahwa permintaan tersebut didukung oleh Komando Pasifik (yang memiliki tanggung jawab atas Korea Utara) dan Komando Sentral (yang memiliki tanggung jawab atas Iran). (ABC News,  op cit, emphasis added).   Pentagon merencanakan sebuah proses kehancuran infrastruktur Iran dan korban massal sipil melalui penggunaan gabungan nuklir taktis dan bom konvensional rakasa awan jamur, termasuk MOAB dan yang lebih besar lagi yaitu GBU-57a/B atau Massive Ordnance Penetrator (MOP), yang melampaui MOAB dalam hal kapasitas daya ledaknya. MOP digambarkan sebagai "sebuah bom baru yang kuat dan tepat sasaran untuk menghantam fasilitas nuklir bawah tanah Iran dan Korea Utara. Bom raksasa yang ukuran panjangnya lebih dari 11 orang duduk berdempetan bahu-ke-bahu [lihat gambar di bawah] atau lebih dari 20 kaki dari lantai ke hidung" (See Edwin Black, "Super Bunker-Buster Bombs Fast-Tracked for Possible Use Against Iran and North Korea Nuclear Programs". Ini adalah WMD dalam artian yang sebenarnya dari kata tersebut. Tujuannya tidak begitu tersembunyi dari MOAB dan MOP, termasuk penggunaan nama julukan Amerika untuk menggambarkan secara sederhana bahwa MOAB ("ibu dari semua bom'), adalah "pemusnah massal" dan korban sipil secara massal dengan maksud untuk menanamkan rasa takut dan putus asa. 

Teknologi Persenjataan Tercanggih : “Perang Menjadi Mungkin Dengan Teknologi Baru"

Proses pengambilan keputusan militer Amerika Serikat dalam hubungannya dengan Iran ini didukung oleh Star Wars, militerisasi ruang angkasa dan revolusi dalam komunikasi serta sistem informasi. Mengingat kemajuan teknologi militer dan pengembangan sistem senjata baru, serangan terhadap Iran bisa secara signifikan berbeda dalam hal campuran sistem senjata, bila dibandingkan dengan Blitzkrieg yang dilancarkan pada bulan Maret 2003 terhadap Irak. Operasi militer terhadap Iran dijadwalkan untuk menggunakan sistem senjata yang paling canggih untuk mendukung serangan udara tersebut. Dan dalam semua kemungkinan, sistem senjata baru akan diuji. Dokumen The 2000 Project of the New American Century - Proyek Tahun 2000 Abad Baru Amerika yang berjudul Rebuilding American Defenses - Membangun Kembali Pertahanan Amerika, menguraikan mandat militer Amerika Serikat dalam hal medan perang berskala besar, yang akan dilancarkan secara bersamaan di berbagai wilayah Dunia: 

"Memenangkan beberapa pertempuran dengan meyakinkan secara simultan dalam beberapa medan perang.” 

Formulasi ini serupa dengan penaklukan perang global oleh kekaisaran adidaya tunggal. Dokumen PNAC juga menyerukan transformasi pasukan Amerika Serikat  untuk mengeksploitasi "revolusi dalam urusan militer", yaitu penerapan "perang yang dimungkinkan melalui teknologi baru" (See Project for a New American Century, Rebuilding Americas Defenses Washington DC, September 2000, pdf).  Yang terakhir ini terdiri dari pengembangan dan penyempurnaan kecanggihan mesin pembunuh global berdasarkan gudang persenjataan baru yang canggih, yang pada akhirnya akan menggantikan paradigma yang ada. "Dengan demikian, dapat diramalkan bahwa proses transformasi justru akan menjadi proses dua-tahap: Pertama transisi, yaitu transformasi yang lebih menyeluruh. Titik nyaman akan datang ketika jumlah yang lebih besar sistem senjata baru mulai memasuki masa tugasnya, mungkin ketika, misalnya, pesawat udara tak berawak mulai banyak menjadi biasa seperti pesawat berawak. Dalam hal ini, Pentagon harus sangat berhati-hati melakukan investasi besar dalam program-program baru misalnya -. tank, pesawat, kapal induk, - dimana pasukan Amerika Serikat akan berkomitmen melakukan paradigma baru untuk berperang selama beberapa dekade yang akan datang. (ibid, penekanan ditambahkan). Perang dengan Iran memang bisa menandai breakpoint penting ini, dengan sistem senjata baru yang berpangkalan-di angkasa dipergunakan dengan maksud untuk melumpuhkan musuh yang memiliki kemampuan konvensional militer yang signifikan yang jumlahnya lebih dari setengah juta pasukan darat. 

Senjata Elektromagnetik

Senjata elektromagnetik dapat digunakan untuk mengacaukan sistem komunikasi Iran, menonaktifkan pembangkit tenaga listrik, merusak dan mengacaukan komando serta kontrol, infrastruktur pemerintah, transportasi, energi, dll. Dalam keluarga senjata yang sama, teknik modifikasi lingkungan (ENMOD) (peperangan cuaca) yang dikembangkan berdasarkan program HAARP juga bisa diterapkan. (Lihat Chossudovsky Michel, "Owning the Weather" for Military Use,, Global Research, September 27, 2004). Sistem senjata ini sepenuhnya operasional. Dalam konteks ini,  dokumen Angkatan Udara Amerika Serikat AF 2025 secara eksplisit membenarkan aplikasi militer dengan teknologi modifikasi cuaca. 

"Modifikasi Cuaca akan menjadi bagian dari keamanan domestik dan internasional dan bisa dilakukan secara sepihak ... Senjata ini bisa aplikasikan baik secara ofensif maupun defensif dan bahkan dapat digunakan untuk tujuan pencegahan. Senjata ini berkemampuan untuk menghasilkan curah hujan, kabut, dan badai di bumi atau mengubah ruang cuaca, meningkatkan komunikasi melalui modifikasi ionosfir (penggunaan cermin ionosfir), serta produksi cuaca buatan, yang kesemuanya itu merupakan bagian dari serangkaian teknologi terpadu yang dapat memberikan peningkatan penting dalam kemampuan Amerika Serikat atau dalam menundukkan musuh, juga untuk mencapai kesadaran global, jangkauan, dan kekuasaan. " (Air Force 2025 Final Report, See also US Air Force: Weather as a Force Multiplier: Owning the Weather in 2025, AF2025 v3c15-1 | Weather as a Force Multiplier: Owning... | (Ch 1) at www.fas.org). Radiasi elektromagnetik memungkinkan melakukan "gangguan kesehatan dari jarak jauh" mungkin juga dipikirkan untuk digunakan dalam medan perang. (See Mojmir Babacek, Electromagnetic and Informational Weapons:, Global Research, August 6, 2004). Pada gilirannya, penggunaan baru senjata biologis oleh militer Amerika Serikat juga mungkin akan dipertimbangkan seperti yang disarankan oleh PNAC: "Lebih lanjut bentuk peperangan biologis dapat "mentargetkan" genotipe tertentu yang mungkin mengubah perang biologis dari dunia teror menjadi alat politik yang berguna." (PNAC cit, op, hal. 60). 

Kemampunan Militer Iran: Misil Jarak Menengah dan Jauh

Kemampuan militer Iran telah maju, termasuk misil jarak menengah dan jauh yang mampu mencapai sasaran di Israel dan negara-negara Teluk. Karena itu perhatian  aliansi Amerika Serikat-NATO Israel pada penggunaan senjata nuklir, yang dijadwalkan akan digunakan baik secara pre-emptive maupun sebagai respons pembalasan terhadap serangan rudal Iran. Range of Iran's Shahab Missiles. Copyright Washington Post. Pada bulan November 2006, Iran menguji-coba rudal permukaan 2 yang diputuskan bertahap dengan operasi perencanaan yang tepat dan hati-hati. Menurut seorang ahli rudal senior Amerika (dikutip oleh Debka), "Iran memperlihatkan up-to-date teknologi peluncur-rudal dimana Barat tidak mengetahui bahwa Iran memilikinya." (See Michel Chossudovsky, Iran's "Power of Deterrence" Global Research, November 5, 2006) Israel acknowledged that "the Shehab-3, whose 2,000-km range brings Israel, the Middle East and Europe within reach" (Debka, November 5, 2006) 

Menurut Uzi Rubin, mantan kepala program misil anti-balistik Israel, bahwa "intensitas latihan militer belum pernah terjadi sebelumnya ... Hal itu dimaksudkan untuk membuat kesan - dan berhasil membuat kesan." (www.cnsnews.com 3 November 2006). Latihan tahun 2006, sekaligus menciptakan sebuah gelora politik di Amerika Serikat  dan Israel, dengan cara apa pun tidak mengubah keputusan Amerika Serikat-NATO-Israel untuk melancarkan perang terhadap Iran. Teheran telah menegaskan dalam beberapa pernyataannya bahwa Iran akan merespon jika diserang. Israel akan menjadi tujuan langsung dari serangan rudal Iran seperti ditegaskan oleh pemerintah Iran. Oleh karena itu persoalan sistem pertahanan udara Israel penting. Amerika Serikat dan fasilitas militer sekutu di negara-negara Teluk seperti Turki, Arab Saudi, Afghanistan dan Irak juga bisa menjadi sasaran target Iran.  

Michel Chossudovsky seorang penulis pemenang penghargaan, Profesor  Ekonomi (Emeritus) pada Universitas Ottawa dan Direktur dari the Centre for Research on Globalization (CRG), Montreal. Ia menulis buku berjudul The Globalization of Poverty and The New World Order (2003) dan America’s “War on Terrorism” (2005). Ia juga seorang kontributor the Encyclopaedia Britannica. Tulisan-tulisannya telah diterbitkan dalamlebih dari duapuluh bahasa. Ia dapat dihubungi di globalresearch.ca website 

Related articles 
Targeting Iran: Is the US Administration Planning a Nuclear Holocaust? 
- by Michel Chossudovsky - 2010-08-09 
Preparing for World War III, Targeting Iran 
- by Michel Chossudovsky - 2010-08-01

Minggu, 22 Juli 2012

Tragedi Di Balik Pemutaran Film The Dark Knight Rises

Ditulis ulang :  Muhammad Ilham 

Tampak di depan layar sosok besar mengenakan topeng, bernama Bane (diperankan oleh Tom Hardy), tengah memimpin pasukannya untuk menyelusup masuk di gedung Bursa Saham Kota Gotham.  Rentetan tembakan mengenai berbagai panel LCD yang tergantung di dinding ruangan dan sontak suasana riuh terjadi seketika. Begitu pula yang terjadi di sebuah bioskop di Colorado ketika seorang pemuda bertopeng ala Bane yang berumur 24 tahun tiba-tiba melemparkan gas air mata ke arah penonton lalu menembaki mereka secara acak. Bunyi sound effect dari tembakan komplotan Bane di layar ditingkahi oleh desing puluhan peluru yang berhamburan di dalam bioskop. Penonton awalnya mengira ini adalah bagian dari pertunjukan tapi ketika mengetahui beberapa orang di samping mereka yang tertembak mereka pun berusaha melarikan diri namun James Holmes, kandidat Ph.D di bidang neuroscience yang tak memiliki catatan kejahatan sebelumnya, kembali mengarahkan peluru ke arah mereka yang berlari menuju pintu keluar. Berdasarkan laporan Associated Press (20/7) setidaknya jumlah yang meninggal mencapai 12 orang termasuk dikabarkan seorang bayi berumur 3 bulan sebagai salah satu korban dan mereka yang terluka mencapai 58 orang yang 3 di antaranya adalah WNI. Berdasarkan dari banyaknya jumlah korban maka peristiwa ini menjadi peristiwa penembakan massal terbesar dalam sejarah Amerika. Apa motif dari orang yang mengaku sebagai The Joker dalam melakukan tindakan keji tersebut hingga kini masih dalam penyelidikan FBI. 

Hari ini (20/7) adalah hari pertama penayangan film penutup trilogi Batman yang disutradarai oleh Christopher Nolan di seluruh dunia. Film The Dark Knight Rises (TDKR) adalah film yang ditunggu-tunggu kehadirannya setelah Batman Begins (2005) dan The Dark Knight (2008) berhasil menjuarai tangga film blockbuster Amerika. Antusias mengenai film TDKR terlihat dari tiket yang sold-out di hampir seluruh bioskop Amerika. Pada hari itu juga rakyat Amerika kembali diingatkan pada peristiwa berdarah di bulan April 1999 di SMU Columbine dimana dua orang siswa, Eric Harris (18 tahun) dan Dylan Klebold (17 tahun), menembaki 12 siswa, seorang guru dan melukai 26 orang lainnya sebelum kemudian mereka berdua menembak diri sendiri. Bahkan Gus Van Sant menyutradarai Elephant (2003) berdasarkan kejadian berdarah di sekolah yang lokasinya tidak jauh dari gedung bioskop yang kini telah dipasangi garis polisi. Lalu apa korelasi penembakan di gedung bioskop ini dengan Batman? 

Batman dan Kejahatan 

Batman adalah tokoh fiktif yang diciptakan oleh Bob Kane dan pertama kali muncul dalam Detective Comics #27 pada bulan Mei 1939—satu tahun setelah tokoh Superman lahir. Dalam genre superhero, Batman menjadi satu-satunya pahlawansuper yang tidak memiliki kekuatan super sama sekali sehingga memberikan distingsi yang jelas jika dibandingkan dengan pahlawansuper berkostum lainnya. Batman adalah alter ego dari tokoh Bruce Wayne (dalam trilogi Nolan diperankan oleh Christian Bale) yang kehilangan kedua orangtuanya setelah ditembak oleh seorang penjahat jalanan ketika masih remaja. Ini memperlihatkan bahwa kelahiran Batman sangat terkait dengan dunia kejahatan—dalam hal ini keterlibatan senjata akan menjadi sorotan. Batman versi Bob Kane lahir ketika Amerika tengah dilanda Depresi Besar sebagai akibat dari ambruknya saham Wall Street—hal yang sepertinya diinginkan tokoh Bane dalam film TDKR. Sementara Batman versi Nolan lahir sebagai reaksi dari peristiwa 9/11 yang mengguncang Amerika beberapa tahun sebelumnya sehingga sisi traumatik memberi ruang aktualisasi bagi kemunculan kembali Batman. 

Sebagai sutradara beraliran neo-noir, Nolan memberikan tekanan psikologis terhadap tokoh Bruce Wayne terutama mengenai keputusan di balik pemakaian topeng kelelawar dan bagaimana terorisme menjadi identik dengan musuh-musuh yang dihadapi Batman dalam triloginya. Dari trilogi Batman, Nolan memperlihatkan intensitas kejahatan yang semakin meninggi dari satu film ke film selanjutnya. Bagi Bruce, kelelawar adalah bentuk figuratif dari segala bentuk kesedihan, ketakutan dan kemarahan yang muncul dari masa lalu yang kelam. Dengan menjadi Batman, Bruce ingin membagi ketakutan itu kepada para penjahat sebagai suatu simbol—simbol harapan. Dari trilogi Batman yang dihadirkan Nolan terdapat tiga musuh bebuyutan yang harus dikalahkan Batman, mereka adalah Ra’s Al Ghul, Joker dan Bane. Ra’s Al Ghul adalah mentor Bruce Wayne sekaligus musuh Batman dalam film Batman Begins yang berkeinginan untuk memusnahkan kota Gotham dengan senjata pemusnah massal dengan dalih mengembalikan Gotham ke titahnya. Kota Gotham adalah representasi dari kota modern yang korup, penuh dengan kejahatan dan ketimpangan sosial yang terpampang jelas, untuk itu restorasi radikal adalah satu-satunya cara yang tertinggal—Gotham harus dihancurkan. Ide mentor Batman yang tak kesampaian di film pertama kemudian diteruskan oleh Bane di film ketiga yaitu dengan mengisolasi Gotham dari dunia luar dalam menjalankan revolusinya. Namun dari dua tokoh penjahat tersebut, adalah Joker musuh Batman yang paling menyita perhatian. 

Joker (diperankan oleh mendiang Heath Ledger) tak memiliki keinginan tertentu dalam menjalankan aksinya, berbeda dengan Ra’s Al Ghul dan Bane yang memperlihatkan sisi idealitas tertentu. Joker digambarkan sebagai sosok psikotik yang menyenangi segala tindak kejahatannya—Joker melakukan kejahatan murni untuk kejahatan itu sendiri. Joker melakukan perampokan dan pembunuhan berdasarkan faktor kesenangan yang timbul dari kebosanan. Joker hanya berusaha membuktikan bahwa antara dirinya dan Batman itu tak jauh berbeda karena sama-sama dianggap gila oleh masyarakatnya, sama-sama menutupi identitasnya, dan sama-sama terobsesi dengan kejahatan. Batman dan Joker saling mengisi dirinya masing-masing dalam jarak yang jauh sekaligus dekat karena keberadaan Joker-lah yang menjadikan inisiasi Batman layak sebagai superhero. Kualitas penjahat dalam melakukan intensitas kejahatanlah yang menentukan kualitas pengorbanan seorang superhero. 

Ketika Joker Menginspirasi 

Batman dan Joker tentu hanyalah tokoh fiktif namun akan sangat berbeda bagi mereka yang benar-benar menjadikan dua tokoh ini sebagai panutan. Beragam komunitas bermunculan di seluruh penjuru dunia yang mencoba memberi makna bagi perjuangan Batman dalam mengentaskan kejahatan. Ada semangat yang sama bagi pecinta Batman bahwa semua orang bisa menjadi Batman—semua orang bisa menjadi pahlawan. Mereka berusaha memaknai arti pahlawan dengan melakukan hal-hal yang mereka sukai dan sanggup mereka lakukan. Namun bagaimana jika kemudian semua orang pun bisa menjadi Joker? Jika memang James Holmes melakukan penembakan dengan dalih bahwa dirinya adalah Joker tentu semua hal yang diulas dalam tulisan ini memiliki keterkaitan. Sisi psikotik Joker setidaknya dapat dijadikan acuan dalam menggali sisi psikologis pelaku yang sesungguhnya membuka mata kita akan bentuk kejahatan dalam subkultur modern. James Holmes, seperti dilansir ABC News (21/7), memiliki empat senapan dengan ribuan amunisi yang dibeli secara legal bahkan kepolisian setempat telah menemukan beragam alat peledak di apartemen yang ia tinggali. Walaupun pihak FBI menemukan bahwa James Homes tidak terlibat dengan kelompok teroris yang menjadi musuh Amerika, namun setidaknya hal ini telah membuka selubung fakta mengenai bebasnya penjualan senjata di Amerika. Jika kita kembali mengambil sisi rasional dari sekian aksi penembakan massal yang pernah terjadi di Amerika setidaknya dapat ditarik tiga kesamaan; pelaku adalah korban bullying, memiliki gejala psikopatik dan depresi, serta memiliki adiksi terhadap video game berkonten kekerasan. Tentu tiga hal ini tidak untuk menjustifikasi apa yang telah mereka perbuat namun setidaknya memperlihatkan suatu fenomena sosial yang terjadi di era kontemporer. Kejahatan menjadi hal yang dekat dengan produk-produk subkultur seperti musik, komik, film hingga ke video games. 

Batasan antara fakta dan fiksi yang semakin mengabur menjadikan kehidupan modern menjadi sedemikian absurd. Fanatisme berlebihan terhadap apapun yang kemudian dipadu dengan mudahnya akses dalam kepemilikan senjata menjadikan apapun yang tersembunyi di dalam diri setiap manusia modern ibarat bom waktu yang setiap saat dapat meledak. Apabila ini terjadi tentu ini membenarkan asumsi bahwa sesungguhnya setiap manusia memiliki sisi Joker dalam dirinya. Kita semua rentan menjadi Joker, dan di saat-saat seperti ini kita pun kemudian bertanya kemanakah para superhero itu ketika mereka sedang sangat dibutuhkan. Akankah kita semua tegak berdiri untuk menjadi pahlawan bagi diri kita masing-masing dan bagi masyarakat tentu menjadi pertimbangan sesudahnya. Oh James Holmes, why so serious?!

(c) Devy Kurnia A "Opick"
Sumber Foto : ABC.News.com 

Jumat, 20 Juli 2012

Balimau, Tradisi Kultural Minangkabau Jelang Ramadhan

Ditulis ulang : Muhammad Ilham
(dari diskusi di FB Muhammad Ilham cc. Muhammad Nasir Salo Kari Bagindo)

Balimau adalah satu kegiatan tradisi (bukan ritual agama) yang berkaitan dengan dengan kedatangan moment religious di Minangkabu, yaitu sebelum pelaksanaan ibadah puasa bulan Ramadhan. Tradisi itu sudah berlangsung dari masa dahulu hingga sekarang. Balimau punyak banyak arti. Terminologi balimau dalam mayarakat Minangkabau dekat dengan aktivitas mandi menyucikan diri (mandi wajib, mandi junub) dengan limau (jeruk nipis), dan rempah-rempah yang memberikan aroma kesegaran dan keharuman alami lainnya. Tetapi, akhir-akhir ini tradisi lokal tersebut yang diwarisi secara turun-temurun itu telah mulai hilang atau sengaja dihilangkan, karena ada kalangan alim ulama di ranah minang sendiri, menganggap tradisi “ balimau “ sebagai perbuatan bid’ah, tidaj ada dalam ajaran Islam. Sebagai sebuah tradisi yang menurut saya bernilai baik (hasanah), tidak ada salahnya “Tradisi balimau” ini tetap dipelihara dan dilestarikan, bahkan sebaiknya perlu dilakukan proses islamisasi/ pengayaan tradisi ini dengan nilai-nilai Islam. Apalagi pekerjaan yang perlu dilakukan ulama Minangkabau, kalau bukan mengapresiasi budaya lokal dan mengislamkannya sebagai ciri khas keberterimaan (acceptability) Islam dengan budaya Minangkabau. Toh, sudah banyak tradisi lokal yang sudah diislamkan oleh ulama Minangkabau terdahulu. Entahlah ia (ulama itu) tidak berasal dari kultur budaya Minangkabau. Bolehlah, dapat dimengerti alasan sebagian ulama yang menyatakan bahwa kedatangan Tradisi Islam telah mengatasi segala tradisi berbasis etnik dan daerah tertentu dengan dalih “al Islămu ya’luu wală yu’lă alaihi (Islam itu tinggi, dan tidak ada yang mengatasinya). Tetapi secara historis, banyak juga tradisi lokal bangsa Arab bahkan syari’at agama sebelumnya diterima oleh Islam sebagai bagian dari kebudayaan Islam.

Dalam pengertian yang dikontruksi oleh beberapa subkultur di wilayah Minangkabau, tradisi balimau bertujuan untuk kebersihan hati dan tubuh manusia dalam rangka mempersiapkan diri untuk melaksanakan ibadah puasa. Masyarakat tradisional minangkabau pada zaman dahulu, mengaplikasikan wujud dari kebersihan hati dan jiwa dengan cara mengguyur seluruh anggota tubuh atau keramas disertai dengan ritual yang memberikan kenyamanan dan efek bathin serta kesiapan lahir bathin ketika melaksanakan Ibadah puasa. Namun tempatnya tidak di lakukan ditempat pemandian umum, tapi di tempat pemandian masing-masing. Kemudian, mensucikan diri sejalan dengan ajaran agama Islam. Islam itu sangat suka kebersihan. Bukankah kebersihan itu sebagian dari iman? Jika ada ulama yang mengharamkan, sebaiknya gunakan bahasa yang pas, yaitu haram mandi bersama di pemandian umum yang mempercampurbaurkan laki-laki dan perempuan yang tidak muhrim. Nah, ajaran Minagkabaupun sejalan dengan ajaran Islam, juga tidak memperbolehkan mandi campur baur seperti “tukak dan kain buruak” itu.

Ada sebagian orang yang menyamakan mandi balimau dengan mandi taubat. Hanya saja persoalannnya pada mandi taubat. Kalau dilihat dalam literatur fiqih mandi taubat tidak masuk dalam daftar mandi yang disunnahkan (al-aghsal al-masnunah), atau mandi yang disunnahkan. Yang termasuk sunnah malah mandi kerika baru masuk Islam, bukan mandi karena taubat dari maksiat. Hanya saja, apakah karena tidak disunnahkan, mandi balimau sebagaimana yang dimaksudkan oleh sebagian masyarakat Minangkabau tidak dapat dibenarkan? Menurut saya, selama itu tidak melanggar nilai prinsipil dari syari’at Islam, tidak ada salahnya dibenarkan oleh ulama. Yang penting, ulama dapat memberikan pelajaran dan tuntunan dengan cara hikmah dan mau’izatil hasanah. Misalnya dengan menyatakan bahwa mandi balimau bukanlah mandi taubat. Tradisi Balimau tidak hanya berputar sekitar mandi dan membersihkan diri, akan tetapi juga diisi dengan kegiatan jelang-menjelang antara dua atau lebih kerabat. Seperti lazimnya, orang yang baru nikah, menjelang orangtua/ mertua. Intinya tidak lain adalah silaturrahmi. Bahkan prosesnya lebih panjang. Karenanya, waktu-waktu menjelang bulan puasa disebut dengan Bulan Balimau.

Selain itu, bagi anggota tarikat Syatariah di daerah Padangpariaman, menyambut bulan suci Ramadhan dengan melakukan ziarah ke kuburan (makam) para aulia (syekh) atau guru pengajian tarekat tersebut. Selain makam Syekh Burhanuddin di Ulakan yang diyakini sebagai pengembang Islam terkemuka di ranah Minang, juga makam Angku Saliah, Tuanku Kiambang, Tuanku Koto Tuo dan sejumlah kuburan guru penganut tarekat di daerah ini. Namun tidak sedikit celaan yang dilekatkan kepada tradisi ini. Sebagian masyarakat Minangkabau dalam bulan balimau ini juga kerap menziarahi kuburan orangtuanya dan sanak keluarganya. Biasanya anggota keluarga mendatangi kuburan pendahulunya, sekaligus membersihkan makam orangtuanya atau nenek/kakeknya. Biasanya, prosesi ini dimulai dengan gotong royong membersihkan kuburan sanak keluarga di pandam perkuburan keluarga atau kaum. Kemudian dilanjutkan dengan berdo’a bersama dan ada juga yang ditutup dengan makan bersama. Jika dicari rujukannya dalam ajaran Islam memang tidak bertemu, kecuali kebolehan berziarah itu sendiri. Nabi Muhammad SAW pernah melarang dan kemudian membolehkannya. (Aku pernah melarang kalian ziarah kubur, tetapi sekarang (karena iman kalian sudah baik), maka berziarahlah (THR Muslim, Abu Daud, dan Tirmizi)

Lalu selain mencela, apa sebaiknya yang dapat dilakukan oleh ulma Minangkabau? Menurut saya, secara syar’i ulama Minagkabau perlu menjelaskannya secara detai dan kemudian memberi rambu-rabu mana yang boleh dilakukan dan mana yang tidak boleh. Saya sendiri sebagai warga Minangkabau merasa kurang nyaman bila pro kontra ziarah kubur itu bertolak dari perbedaan mazhab, aliran keagamaan dan perbedaan tafsir yang disuarakan dengan nada sinis dan saling mencela. Tidak dapat dipungkiri bulan balimau disalah artikan sebagai hura-hura, mandi bersama-sama ke tempat-tempat pemandian umum, seperti sungai dan danau, juga laut. Biasanya dilakukan oleh anak-anak muda yang terikat status hubungan “bacewek-cewek”, “bapamole/bapole-pole”, “bagandak/bapacaran”. Agaknya inilah tiang persoalan yang kerap diresahkan media massa, di samping status hukumnya secara agama. Sesungguhnya, tradisi balimau tidak termasuk dalam kategori adat, walaupun ia telah ada sejak dahulu. Tetapi ini sudah menjadi khazanah budaya, mentradisi seperti halnya penyelenggaraan tata cara dan upacara perkawinan dan sebagainya. Upacara perkawinan di Minagkabau-pun sesungguhnya sudah banyak melenceng dari aturan adat bahkan agama, dan berlangsung lebih sering dari tradisi balimau.

Jadi menurut saya, bila terjadinya ekses negatif atau salah kaprah dari tradisi balimau, seperti yang dilakukan oleh muda-mudi berbuat maksiat ditempat-tempat pusat pemandian, sudah Menjadi tugas keluarga, ninik-mamak, alim ulama dan cerdik pandai yang dapat mengurangi ekses negative dari tradisi tersbut. Apalagi bila sampai terjadi terjadi pendangkalan agama dalam tradis tersebut. Dengan tidak mengabaikan ketentuan agama, yang mengikis setiap perbuatan bid’ah dikalangan masyarakat, maka hemat saya tidak perlu kawatir bahwa tradisi balimau akan berefek pedangkalan agama, melainkan hanyalah semata sebagai perwujudan pelesatrian khazanah budaya Minangkabau yang sifatnya sementara belaka. Toh, sakali aie gadang, sakali tapian barubah”. Atau seperti ungkapan Syekh Ahmad Khatib Maulana Ali (Inyiak Imam Salo) tentang tradisi membakar kumayan sebelum berdoa, “Sudahlah, ingatkan saja baik-baik, bila saatnya orang tak lagi menjual kumayan, maka tradisi itu akan hilang sendiri. Soal adat dan kebudayaan tak ada yang abadi, ia akan berhadapan dengan perubahan dan tantangan zaman”

Bulan suci Ramadhan merupakan bulan yang punya arti dan makna tersendiri bagi umat Islam. Begitu banyak hikmah yang diperoleh di bulan Ramadhan, sangat wajar bila umat Islam menyambutnya dengan bersuka ria. Berbagai bentuk kegiatan digelar menyambut bulan Ramadhan yang penuh berkah tersebut. Sekalipun dalam ajaran dan fiqih Islam tidak ditemukan bentuk dan acara yang dilakukan itu. Mengingat agama Islam sudah tersebar ke berbagai pelosok penjuru dunia, yang semula tumbuh dan berkembang di tanah Arab, maka berbagai tradisi lokal bermunculan dari umat Ialam itu sendiri menyambut Ramadhan. Setiap daerah menyelenggarakan kegiatan khas daerah setempat.

Di Mesir, kata orang yang pernah ke sana juga ada tradisi meletuskan sebuah meriam tua yang digunakan sebagai penanda bulan puasa. Meriam itu juga digunakan untuk penenda waktu waktu imsak dan buka puasa. Meriam itu diberi nama Hajjah Fatimah, warisan dari Muhammad Ali Pasha, yang menurut cerita, adalah putri Ustman Khos Qadam, penguasa Dinasti Usmani. Di kampung, saya dulu juga pernah meletuskan “mariam batuang” menjelang bulan puasa. Entahlah sekarang masih ada yang memainkan atau tidak, nanti saya tanya ke kampung halaman. Apakah ini juga terinspirasi dengan meriam Hajjah Fatimah di Mesir atau tidak, akan saya tanyakan juga. Persoalan pro-kontra tradisi balimau sebaiknya diselesaikan. Kita anggap saja tradisi balimau sebagai berkah awal Ramadhan dan menjadi bagian syi’ar Islam di Minagkabau. Dari saya hanya sekian, kalau ada yang mau berpendapat, membantah atau apa saja, sebaiknya tulislah, sediakn sedikit waktu untuk menulis. Tetapi jangan sampai merusak silaturrahhmi kita. Bagiamanpun, silaturrhami hukumnya wajib dan lebih tinggi dari mempersoalkan efek like-dislike tradisi balimau.


"menangkap" bulan dengan beragam cara

"melihat" bulan (juga) beragam pola

ada yang menggunakan sistem RU'YAT
HISAB-pun tak kalah banyak

Namun yang pasti, SELAMAT DATANG RAMADHAN


sumber foto : Vanguard Photo France

Mahathir Mohammad : "Belajarlah Pada Mereka yang Sukses"

Oleh : Muhammad Ilham

Suatu ketika, mantan Perdana Menteri Malaysia yang dianggap paling "berhasil", Mahathir bin Mohammad berkata,  "Barat Bangkrut, Belajarlah ke Timur. Bila kita ingin mencontoh atau belajar sesuatu, belajarlah dari mereka yang sukses, bukan dari yang gagal,".   

Memerintah Malaysia selama 22 tahun hingga 2003, Mahathir dikenal sebagai tokoh yang kritis kepada Barat. Saat krisis keuangan melanda Asia 1997-98, Mahathir menilai biang keladinya adalah para spekulator Barat seperti George Soros yang mengacaukan pasar keuangan di sejumlah negara dengan bisnis spekulatif mereka. 


Sumber Foto : vivanews.com

Soekarno Memandang Kehidupan : 6 Juni 1957



Selasa, 17 Juli 2012

Iman Sebagai Suluh


Berjalan menjelajah dan memperlakukan keyakinan ideologis (atau : "iman") 
Sebagai suluh bukan sebagai benteng


(Abdurrahman Wahid @ Gus Dur : 1999)

Sumber Foto : lkis.org

Soekarno dan Ike

Ditulis ulang : Muhammad Ilham  

Soekarno dengan D. Dwight Eisenhower. Bila Obama biasa dipanggil dengan "Berry", maka D. Dwight Eisenhower memiliki panggilan populer : IKE. Ike dan dan Soekarno, memiliki kisah.  Berikut : 

Bung Karno geram. Ike mencoba merayunya, “Tolong bebaskan pilotku”. Tapi Bung Karno tetap saja geram. Mungkin juga karena yang merayu Soekarno adalah Ike, seorang pria tua. Ike itu adalah D. Dwight Eisenhower, presiden AS di masa itu. Kali ini Negara digdaya itu dibikin malu Indonesia ketika Allen Pope ditembak jatuh di pulau Morotai. Lebih malu lagi, karena dengan tertangkapnya pilot itu, kedok AS dan CIA akhirnya terbuka. Kedok yang membuktikan AS melalui CIA sudah main api dengan di balik pemberontakan separatisme di Indonesia. Termasuk juga infiltrasi AS yang mempersenjatai para pemberontak itu. Ini yang bikin Bung Karno geram, dan mulai memainkan kartu trufnya.Bung Karno yang tadinya dikerjai Amerika, sekarang balas mengerjai Amerika. Bung Karno sadar, tertangkapnya Allen Pope mendongkrak posisi tawar Indonesia di hadapan Amerika. Cerita selanjutnya adalah bagaimana Ike dan John F. Kennedy jadi repot dibuatnya. Inilah moment bersejarah ketika Indonesia yang miskin untuk pertama kalinya punya posisi tawar tinggi di hadapan “juragan kaya”, Amerika.Bung Karno tidak cuma menuntut Amerika mesti minta maaf. Tapi masih ada sederet permintaan lain yang bikin Amerika “maju kena mundur kena”. Eisenhower minta Indonesia melepaskan pilot Allen Pope. Tapi Bung Karno tidak mau melepas begitu saja dengan gratis. Pilot itu adalah kartu truf-nya. Inilah kisah bagaimana Bung Karno dengan amarah “memiting leher Allen Pope” sambil telunjuknya memberi isyarat agar Amerika mau bersimpuh di kaki Bung Karno (tentu saja ini hanya simbolisasi teatrikal). 

Gantung Allen Pope! Hukum mati Allen Pope! Begitu gelombang protes di depan kedutaan AS di Jakarta setelah Allen Pope tertangkap. tahun 1958 itu . Rakyat Indonesia memang dibikin naik darah oleh kelakuan Allen Pope. Soalnya si pilot ini sudah menjatuhkan bom di Ambon yang memakan tak sedikit korban jiwa.Mungkin bahkan Bung Karno sendiri waktu itu belum menyadari sesuatu. Yaitu buntut dari posisi tawar Indonesia tadi, Bung Karno telah memulai tonggak lahirnya sejarah armada baru bagi AURI, yaitu lahirnya skuadron Hercules di Indonesia. Armada ini kelak turut punya andil dalam merebut Irian Barat dari Belanda.Itu semua berawal dari negosiasi tarik ulur demi pembebasan seorang pilot yang bikin Amerika gelisah. Bagaimana tidak? Soalnya kalau tidak segera diselamatkan, bisa-bisa pilot itu buka mulut tentang info rahasia yang berkaitan dengan permainan CIA.Bung Karno memang mata keranjang. Tapi pihak yang anti Bung Karno kadang memanipulasi sisi ini secara berlebihan. Sama halnya CIA yang menggunakan kelemahan don yuan-nya Bung Karno untuk menjatuhkan kredibilitas presiden RI di mata rakyatnya. Menjatuhkan Bung Karno adalah satu-satunya cara agar Amerika bisa bercokol kuat di Indonesia. Sudah dicoba segala cara agar Bung Karno jatuh, tidak berhasil juga. Dicoba dengan cara ancaman embargo, penghentian bantuan.....ehhh Bung Karno malah teriak, “Go to hell with your aid!”. Akhirnya CIA pakai cara lain. Yaitu infiltrasi ke berbagai pemberontakan di Indonesia. Puncaknya terjadi dalam pertempuran di pulau Morotai, tahun 1958. Ketika itu TNI (pasukan marinir, pasukan gerak cepat AU, dan AD) menggempur Permesta, gerakan pemberontakan di Sulawesi Utara. Persenjataan Permesta tidak bisa dianggap enteng. Soalnya ada bantuan senjata dari luar. Tadinya tudingan bahwa CIA adalah biang kerok semua ini masih dugaan saja. Ketika kapal pemburu AL dan mustang AU melancarkan serangannya, satu pesawat Permesta terbakar jatuh. Sebelum jatuh, ada dua parasut yang tampak mengembang keluar dari pesawat itu. Parasut itu tersangkut di pohon kelapa. TNI segera membekuk dua orang. Yang satu namanya Harry Rantung anggota Permesta. Dan yang tak terduga, satunya lagi bule Amerika. Itulah si pilot Allen Pope. Dari dokumen-dokumen yang disita, terkuak Allen Pope terkait dengan operasi CIA. Yaitu menyusup di gerakan pemberontakan di Indonesia untuk menggulingkan Soekarno. 

Tak pelak lagi, tuduhan bahwa Amerika dengan CIA adalah dalang pemberontakan separatis, bukan isapan jempol!Peristiwa tertangkapnya Allen Pope adalah tamparan bagi Amerika. Itu mungkin terwakili dalam kalimat Allan Pope ketika tertangkap. Setelah pesawat B-26 yang dipilotinya jatuh dihajar mustang AU dan kapal pemburu AL, komentar Pope: “Biasanya negara saya yang menang, tapi kali ini kalian yang menang”. Setelah itu dia masih sempat minta rokok. Tapi sebetulnya yang lebih bikin malu Amerika bukan soal kalah yang dikatakan Pope tadi. Tapi tertangkapnya Allan Pope mengungkap permainan kotor AS untuk menggulingkan Soekarno. Amerika terus ngeyel menyangkal. Tapi bukti-bukti yang ada, akhirnya membungkam mulut Amerika. Taktik kotor itu jadi gunjingan internasional. Tanpa ampun, kedok Amerika dengan CIA-nya berhasil dibuka Indonesia, lengkap dengan bukti-bukti telak. Amerika terpaksa berubah 180 derajat menjadi baik pada Soekarno. Semua operasi CIA untuk mengguncang Bung Karno (untuk sementara) dihentikan. Amerika berusaha mati-matian minta pilotnya dibebaskan. Segala cara pun mulai dilakukan untuk mengambil hati Bung Karno. Eisenhower mengundang Soekarno ke AS bulan Juni 1960. Lalu Soekarno juga diundang John Kennedy di bulan April 1961. Di balik segala alasan diplomatik tentang kunjungan itu, tak bisa disangkal itu semua buntut dari cara Bung Karno memainkan kartunya terhadap Amerika.   

Selama periode itu, Bung Karno main tarik ulur dengan pembebasan Pope. Tarik ulur itu berjalan alot. Karena Bung Karno ogah melepaskan Pope begitu saja. Bung Karno sengaja berlama-lama “memiting leher” Allan Pope sebelum Amerika meng-iya-kan permintaan Indonesia. Amerika mati kutu. Tak ada jalan lain. Negosiasi pun segera dimulai. Negosiasi alot yang memakan waktu 4 tahun, sebelum akhirnya Allen Pope benar-benar bebas. Dimulai dengan Ike atau Eisenhower yang membujuk, merayu dan mengundang Bung Karno ke Amerika. Namun sesudahnya Bung Karno tetap tidak mau tunduk diatur-atur Ike. Situasi mulai berubah sedikit melunak setelah kursi kepresidenan AS beralih ke John F. Kennedy.John Kennedy tahu, kepribadian Soekarno sangat kuat dan benci di-dikte. Karena itu dengan persahabatan dia mampu “merangkul” Soekarno. “Kennedy adalah presiden Amerika yang sangat mengerti saya”, kata Bung Karno. Dengan John, negosiasi mulai mengarah ke titik terang. Berkaitan itu pula, John mengirim adiknya Robert Kennedy ke Jakarta. Robert membawa sejumlah misi, diantaranya: “bebaskan Pope”. 

Source:

Selasa, 10 Juli 2012

Jejak Bung Karno Dalam Memori Masyarakat Rusia

Oleh : Muhammad Ilham 

Bung Karno dengan dua orang Presiden Rusia (selanjutnya : USSR) yang sangat berpengaruh dalam perjalanan arah politik dunia pasca Perang Dunia Kedua (membentuk Blok Pakta Warsawa) yaitu : Nikita KRUSCHEV (sahabat karib Bung Karno yang dikenal sebagai lawan abadi John F. Kennedy, Presiden Amerika Serikat) & Leonid Ilyich Ulyanov BREZHNEV (dikenal sebagai tokoh kunci "Perang Dingin" di era Amerika Serikat dibawah Ronald Reagan). Mereka berdua adalah Presiden Uni Sovyet (USSR) yang paling fenomenal setelah Joseph STALIN. USSR pecah menjadi beberapa negara dengan induknya Rusia pada masa Michael GORBACHEV setelah sebelumnya Uni Sovyet dipimpin oleh Yuri ANDROPOV dan Constantin CHERNENKO. 





Nama besar dan memori masyarakat Rusia (Uni Sovyet) terhadap figur Bung Karno tersebut, terpatri hingga kini, setidaknya di kalangan ummat Islam di negara "beruang merah" tersebut, sebagaimana yang diungkapkan oleh detik.com, berikut :

Kepemimpinan Presiden Soekarno di masa revolusi banyak dipuji orang di dunia. Bahkan, banyak pemimpin dunia yang segan dengan dia. Di St Petersburg, Rusia, jejak Soekarno ada di Masjid Jamul Muslimin. Masjid ini dikenal publik Indonesia sebagai Blue Mosque atau Masjid Biru. Masjid ini juga dikenal dengan Central Mosque. Masjid yang didominasi warna biru ini masih berdiri gagah di sebuah sudut jalan tak jauh dari sungai Neva dan Benteng Peter & Paul.  Terletak di lahan yang tidak begitu luas dibanding lahan-lahan bangunan bersejarah lainnya, masjid biru ini merupakan masjid terbesar di Petersburg, kota kedua terbesar di Rusia setelah Moskow. Perlu diketahui, di kota yang terletak 900 km dari Moskow ini, hanya ada 4 masjid. Masjid berarsitektur cantik Asia Tengah dengan kubah warna biru ini masih difungsikan hingga saat ini. Sekitar tahun 1950-an, masjid ini sempat dijadikan gudang oleh pemerintah Rusia, di era masa kepemimpinan komunis. Saat itu, semua tempat ibadah, baik gereja-gereja ortodoks maupun masjid, tidak boleh digunakan untuk ibadah. Lantas bagaimana kisah masjid ini difungsikan kembali sebagai tempat ibadah kaum muslim? Di sinilah kehebatan Soekarno. Dia berperan andil besar dalam memakmurkan masjid yang dibangun pada 1900-an itu. 

Pada tahun 1956, Soekarno ditemani Megawati saat itu melakukan lawatan kenegaraan ke Moskow, Rusia. Di tengah lawatan itu, Soekarno pun ingin mampir ke Petersburg, yang saat itu masih bernama kota Leningrad. Soekarno ingin melihat kota ini, karena kota ini menjadi perbincangan banyak orang karena keindahan arsitekturnya, lanskap kota yang indah bagaikan Paris, dan memiliki sungai Neva yang sangat aduhai. Nah, saat melintas di jembatan kota Trinity Bridge yang melintasi sungai Neva, pandangan Soekarno tertuju pada bangunan yang memiliki kubah berwarna biru dan berbeda dibanding bangunan gereja. Gedung itu memiliki menara yang tinggi. Soekarno menduga bahwa itu bangunan masjid. Dia meminta kepada tentara-tentara Rusia yang mengawalnya agar dirinya bisa mampir ke gedung itu. Namun para pengawal yang ditugasi khusus pemerintah Rusia untuk mengawal Soekarno itu tidak memperbolehkannya. "Tidak, tidak. Tidak ada agenda untuk berkunjung ke gedung ini,". Lantas, setelah kembali ke hotel, diam-diam Soekarno yang masih penasaran dengan bangunan itu, kemudian kembali ke gedung berkubah biru itu. Sesampai di gedung itu, benar, ternyata gedung itu adalah masjid. 

Namun, masjid itu saat itu dijadikan gudang. Soekarno sebagai seorang muslim, sangat prihatin. Setelah itu, Soekarno meminta jadwal kunjungan lainnya di Leningrad dibatalkan. Nah, saat bertemu pemimpin Rusia dan ketika ditanya kesannya tentang kota Leningrad, Soekarno malah menyinggung tentang masjid itu. Soekarno meminta dengan halus dan diplomatis agar pemerintah Rusia mengembalikan fungsi masjid itu sebagai tempat ibadah. "Setelah Soekarno pulang ke Indonesia, beberapa hari kemudian ada utusan dari Moskow ke Leningrad dan meminta walikota Leningrad untuk membuka kembali masjid sebagai tempat ibadah. Cerita ini saya dapatkan langsung dari mufti di Petersburg yang pada tahun 1956 menyaksikan kunjungan Soekarno ke masjid itu". Hingga kini, Masjid Biru ini menjadi tempat favorit untuk beribadah para kaum muslim di Petersburg. "Kalau Jumat, masjid ini penuh sekali. Berdesak-desakan," kata Ghozy Ulhaq, salah seorang mahasiswa Indonesia yang kuliah di kota ini. Masjid ini memiliki lahan parkir yang luas. Tempat wudhu terpisah dengan masjid, berjarak sekitar 10 meter. Bagian dalam masjid ini sungguh indah, dengan berbagai ornamen yang menarik. Di dinding bagian depan di dekat tempat imam, ada dua papan kaligrafi berpelitur. Satu kaligrafi bantuan Soekarno dan satu kaligrafi surat Al Fatihah bantuan Megawati. 

Sumber foto : Life.com - Image by (c) Bettmann/CORBIS (c). Sumber tulisan miring : detik.com

Sabtu, 07 Juli 2012

Datuak Batuah, Komunis, Digoel dan KNIP

Oleh : Muhammad Ilham

Rumah Ahmad Chatib gelar Datuak Batuah, tokoh Komunis Minangkabau era 1920-an, murid Haji Rasul @ Inyiak Dotor @ HAKA (ayah Buya HAMKA).

  

Siapakah Datuk Batuah ?

Orang Koto Laweh serta murid ulama ternama Haji Rasul alias Inyiak Dotor, ayahanda ulama legendaris Haji Abdul Malik Karim Amrullah (HAMKA). Beliau sendiri sampai awal tahun 1923 berprofesi sebagai guru dan menjadi pengurus Thawalib Padangpanjang, Batusangkar dan Bukittinggi. Dalam sejarah, nama Datuk Batuah bukanlah nama yang bagus dikalangan pergerakan Islam, hingga kini. Sejarah mencatat Haji Datuk Batuah membawa dan, menyebarkan paham komunis diaerah tersebut. Pada tahun 1923 ia menanamkan ajaran komunis di kalangan pelajar-pelajar dan guru-guru muda Sumatera Thawalib Padang Panjang. Sumatera Thawalib adalah suatu lembaga pendidikan yang dimiliki oleh kalangan pembaharu Islam di Sumatera Barat dengan Inyiak Dotor sebagai “pilar” utamanya. Haji Batuah merupakan salah seorang pengajarnya. Berawal dari Sumatera Thawalib Padang Panjang, paham komunis akhirnya menyebar ke berbagai daerah Sumatera Barat dibawa oleh para lulusan sekolah tersebut ke daerah asalnya. Penyebaran ini terutama dilakukan di kalangan petani. Oleh masyarakat setempat ajaran komunis ini disebut “ilmu kominih” (Schrieke, 1960: 155). Ilmu ini menggabungkan ajaran Islam dengan ide anti penjajahan Belanda, anti imperialisme-anti kapitalisme dan ajaran Marxis. Pada akhir tahun 1923 Datuk Batuah, bersama-sama dengan Nazar Zaenuddin (sebagian mengatakan Natar Zaenuddin) mendirikan pusat Komunikasi Islam di Padang panjang. Melalui media massa – Pemandangan Islam dan Djago Djago – Datuk Batuah memaklumkan diri sebagai “orang komunis”. Datuk Batuah menerbitkan harian “Pemandangan Islam” dan dan Nazar Zaenuddin menerbitkan “Djago-Djago” (Djago-Djago bukan berkonotasi fisik atau kuat-hebat, jagoan - namun lebih berkonotasi "pengingat" untuk tidak terhanyut dengan keadaan yang ada, tidak pasrah dan seterusnya).

Lembaga Pusat Komunikasi Islam dan kedua harian tersebut digunakan sebagai media penyiaran paham komunis. Padahal, kontribusi pencerahan yang dirintis oleh Datuk Batuah dengan Pemandangan Islam dan Djago Djago sungguh sangat luar biasa. Konon, pada masa ini, ada tiga media massa paling berpengaruh di Hindia Belanda, dua diantaranya terdapat di Minangkabau …… Pemandangan Islam dan Djago Djago. Bahkan, Ruth Mc Vey dalam bukunya The Rise of Indonesian Communism dan Takashi Shiraishi dalam bukunya Zaman Bergerak mengatakan bahwa Datuk Batuah dan Haji Misbach (yang ini tokoh Islam “kiri” Surakarta), sangat dihormati oleh kolonial Belanda bukan karena mereka “penjilat” akan tetapi idealisme mereka yang sangat tinggi untuk mencerahkan lingkungan masyarakat dan bangsanya. Pada pagi 11 Nopember 1923 Datuk Batuah dan Nazar Zaenuddin ditangkap pemerintah kolonial Belanda. Segera setelah itu pusat propaganda komunis berpindah ke Padang ( Schreike, 1960: 60). Pucuk kepemimpinan PKI Sumatera Barat kemudian di ambil alih oleh Sutan Said Ali. Sejarah Datuak Batuah kemudian "terhenti" dan dibuang (diasingkan) bersama Natar Zaenuddin ke Tanah Merah - Boven Digoel, sebuah tempat pembuangan tokoh-tokoh pergerakan yang dianggap kolonial Belanda berpotensi mengganggu stabilitas politik yang mereka bangun.  Di daerah ini pulalah, Datuak Batuah kemudian ”redup”. Ahmad Chatib yang bergelar Haji Datuk Batuah sampai hari ini, "seakan-akan" tidak ditangkap oleh layar sejarah sebagai aktor sejarah kontributif dan inspiratif. Terkadang sejarah selalu "bersimpang dua" - meminjam istilah filosof muslim, Hassan Hanafi.


 Walau sejak Nopember 1923 Datuk Batuah (dan "kamerad" Natar Zaenuddin ditangkap kolonial Belanda dan di-Digoel-kan), namun ia tetap dianggap sebagai tokoh bangsa. Walau, sejak Nopember 1923, tokoh Ilmu Kuminih (Komunis) Minangkabau tersebut "lenyap" dari catatan sejarah melawan kolonial Belanda, setidaknya di Minangkabau, namun pada tahun 1945, Datuk Batuah, (ternyata) tetap "dianggap" dan dijadikan anggota KNIP. Sebuah penghargaan "anumerta", atau mungkin namanya begitu "menggetarkan". Dalam konteks ini, Datuk Batuah seumpama Supriadi (sang pentolan PETA era Jepang), yang dilantik jadi petinggi militer periode awal kemerdekaan Indonesia, tanpa pernah dihadirinya. 

Sumber Foto : Fikrul Hanif Sufyan FB