Tampilkan postingan dengan label Un-Categorized. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Un-Categorized. Tampilkan semua postingan

Jumat, 31 Januari 2014

In Memoriam Sang Guru

Oleh : Muhammad Ilham

Bulan ini, tiga tahun yang lalu, guru dan "lawan tanding" diskusi yang menarik itu, wafat. Teruntuk, Al-Muqarram, Buya Drs. H. Syamsir Roust, M.Ag.  

" .... politik itu, tahu bila mau kanai dan bilo manganai"
(defenisi sederhana a-la Buya Syamsir Roust) 

Mengingat Buya Syamsir, demikian selalu kami panggil beliau di kampus, teringat saya dengan ungkapan Penyair Latino, Gabriel Marcia-Marquez: "Kehadiran yang diharapkan/kehadiran yang membahagiakan". Buya Syamsir Roust ditakdirkan Tuhan untuk selalu disambut bahagia orang-orang yang berinteraksi dengannya. Setiap ia datang ke kampus, hampir dimanapun ia duduk, orang akan merasa bahagia dan senang untuk berinteraksi, berdiskusi bahkan berdebat dengannya. Sebagai akademisi, ia mampu menyederhanakan tema diskusi yang pelik, dengan "joke-joke" yang mengena dan masih terkenang di benak hampir semua koleganya. Dalam ketebatasan fisik beberapa tahun menjelang beliau wafat, beliau tetap datang ke kampus untuk mengajar dan berdiskusi dengan mahasiswa dan teman sejawatnya. Kedatangannya akan membuat semua orang bahagia. Sesekali ia sakit, maka akan keluar ungkapan dari mulut koleganya : "rindu nian kita pada Buya Syamsir Roust". Beruntung-lah almarhum, kehadirannya dirindukan orang.  

Ia akademisi tulen. Sifat dan substansi akademisi ada pada dirinya. Mau mendengar, mau bertanya dan mau berargumentasi. Ia akan bertanya bila ia tak tahu tentang sesuatu hal. Saya merasakan hal demikian. Setiap ia datang ke kampus, selalu saja ada hal-hal baru yang didiskusikan-nya dengan saya. Saya yang murid, dan ia yang guru, justru bila ia tak tahu, ia akan bertanya.... !. Ia yang begitu bangga (pernah) menjadi "murid" antropolog kondang Parsudi Suparlan ini, ibarat pengikut aliran de-konstruksionisme dalam berdiskusi. Ia mampu mengemas suatu argumentasi yang berlawanan dengan pendapat umum atau pendapat yang mapan. Ia mampu membungkusnya dengan contoh-contoh "sederhana" tapi mengena (suatu kelebihan yang bermula karena beliau juga seorang muballigh Muhammadiyah kondang ini).  

Rest in Peace Buya !. Buya orang baik, Insya Allah, Allah Robbi Izzati akan menempatkan Buya bersama-sama dengan orang baik. Secara pribadi, saya amat sangat kehilangan seorang guru dan teman diskusi yang "menyentak".  

Buya nan ispiratif Drs.H. Syamsir Roust, M.Ag (wafat pada Sabtu/22 Januari 2011 Pukul 14.00 WIB siang, lebih kurang, di Rumah Sakit M. Djamil Padang. Dikebumikan di kampung halamannya tercinta, Taram Payakumbuh, kampung kecil yang ia banggakan dan selalu jadi buah bibirnya di kala hidup.

Jumat, 27 Desember 2013

Sang Ibu (Anumerta)


"Melihat foto ibu, aku percaya tentang kebaikan hati manusia".
[WS. Rendra]

Dengan ibunda terkasih, (almarhumah) Nurlian binti Ibnu Fudhil. Wisuda, September 1998. dalam ringisan sakit akibat penyakit, ia tak tersenyum. padahal wanita penyuka bedak beras ini, adalah wanita yang selalu senyum pada siapapun. ibunda saya gendong ke atas panggung, pasca wisuda.


AL-FATIHAH .... !!
Nurlian binti Ibnu Fudhil
(1947 - 2000)




Foto yang saya dapatkan beberapa hari lalu, di susun selip buku mahasiswa saya dulu yang lusuh. Seperti Archimedes yang berteriak "EUREKA .. !", saya juga berteriak dengan linangan air mata. Bagi saya, Ibu @ Umak, adalah mata air yang melimpah, sejak dari pelukan sampai ke penghujung kehidupannya. Di akhir hidupnya, saya merasa bahagia, karena (sempat) mentunaikan keinginannya sejak masa gadis, "naik bendi keliling kota Padang".

Doa (dari) Hati


" .... Dalam berdoa, lebih baik menghadirkan hati meskipun tanpa kata-kata, 
ketimbang menghadirkan kata-kata tanpa hati."
[Mahatma Gandhi]


(c) ikhsan santana

Buat Sahabat Saya : Afifa & Malika Ilham

Oleh : Muhammad Ilham

Nak .... tadi malam, ayah menonton film "The Day After Tomorrow". Ada satu penggal dialog yang pantas untuk ayah sampaikan pada ayunda berdua :

" ....... apakah kalian ingin terlihat cantik, berumur panjang, dikenang indah dan dihargai oleh generasi setelah kalian ?. Tirulah langit dan bumi, nak. Langit dan bumi berumur panjang dan bisa bertahan dengan sangat lama, karena mereka ada tidak untuk kepentingan diri mereka sendiri, mereka ada untuk kepentingan yang lain. Langit dan bumi rendah hati dan tanpa pamrih. Semua manusia ingin dirinya dihargai, oleh karenanya demi penghargaan kepada orang lain, selalu berusaha untuk menempatkan diri rendah hati di depan orang lain. Orang yg berbuat demikian justru akan mendapat tempat terdepan ". 

Memang benar, kalian adalah kertas putih, awalnya. Tapi ayah terus belajar untuk mengetahui, kertas putih jenis apakah kalian. Apakah kertas putih HVS, Kertas Buram, Art Paper, Kertas Minyak, Duplex dan lain-lain. Tanpa mengetahui jenis kertasnya, berarti ayah "mendustai" zaman kalian.


Salam sahabat. Kalian berdua, adalah sahabat terbaik ayah.




Inspirasi : Film "The Day After Tomorrow", Minggu Malam, GlobalTV, pukul 23.00 - 00.30 WIB

Selasa, 27 Agustus 2013

Ada Kesyahduan di Subuh Akhir Ramadhan


Sungguh, Azan subuh tadi begitu syahdu ..... !!

(Teringat) hamba dengan satu kalimat novelis Rusia, Leon Tolstoy : 

"Ada Iman dan kesyahduan dalam hening bukan pada kebisingan, hiruk pikuk dan teriakan".

Saya sekeluarga, mengucapkan Mohon Maaf Lahir dan Bathin. Semoga kita semua sehat-bugar lahir bathin. (Selalu) Menjadi hamba Allah yang sentiasa berbaik sangka dengan sesama.

SELAMAT HARI LEBARAN 1434 H./2013 M.


(c) djajusman erlangga

rindu kampung halaman/rindu dengan pusara ayah ibu/
rindu sohib-kerabat-kawan-sanak/rindu membasahi rambut dengan air laut/
rindu pada mata kail 

Minggu, 17 Maret 2013

Sal (Salman) Khan: Bill Gates Favorite Teacher

Oleh : Muhammad Ilham 

CNN pernah menurunkan berita, "Sal Khan: Bill Gates' favorite teacher". Siapa yang tak kenal Bill Gates, manusia jenius nan kaya sejagad itu. Siapa yang meragukan kepintaran dan kejeniusan penemu Microsoft keturunan Yahudi tersebut ? ... pasti tak ada. "Dunia" bersepakat, Bill Gates itu pintar dan kaya teramat sangat. Tapi, pada Sal (Salman) Khan, Bill Gates merasa perlu untuk "berguru". Siapa Sal Khan ? ... berikut saya kutip tulisan tentang Sal Khan yang dianggap Bill Gates sebagai "Guru Terhebat", dari website CNN dan Tempointeraktif (20-11-2010), berikut : 

Khan bukan jawara Lembah Silikon, seperti Mark Zuckerberg yang menemukan Facebook atau Andy Rubin yang membuat Google bangkit dengan Android. Khan cuma seorang guru. Khan menghabiskan waktunya di sebuah bekas toilet mini yang ia sulap menjadi studio rekaman sekaligus perpustakaan. Ruangan berukuran 1,5 x 2 meter itu adalah think thank yang dia sebut: bgC3. Di ruang sesak inilah Khan menghabiskan waktunya bersama dua komputer, headphone di telinga, kaus tidur dan piyama, menunggu siang sambil membaca buku atau membuat video. “Orang ini luar biasa,” kata Gates dalam surelnya. “Dia mengerjakan banyak hal dengan sumber daya yang amat terbatas.” Mengapa Khan begitu dikagumi Bill Gates? Gates dan anak laki-lakinya yang berumur 11 tahun, Rory, terpana oleh video-video pendidikan bikinan Khan, dari video aljabar sampai biologi. Yang membuat kagum Gates adalah sosok Khan yang meninggalkan dunia gemerlap sebagai manajer investasi beralih menjadi guru yang mendidik jutaan orang lewat video Internet. Di kontrakannya yang sempit di Lembah Silikon itulah dosen digital ini membikin tutorial video. Khan sebenarnya adalah lulusan MBA (master business of administration) Universitas Harvard. Dulu dia manajer keuangan. Tapi hidupnya kini dia serahkan ke dunia pendidikan, yang dia sebut Khan Academy (http://khanacademy.org/). Di Khan Academy itu, dia adalah satu-satunya guru. Dia bisa mengajar apa saja, dari kalkulus, trigonometri, kimia, fisika, biologi, sampai tentang perang Napoleon, dan pelajaran ekonomi dari pabrik cupcake. 

Sejauh ini, dari bekas toilet itu, dia telah menciptakan 1.630 tutorial dan ditonton oleh 70 ribu orang per hari. Angka itu nyaris dua kali lipat jumlah mahasiswa Harvard plus Universitas Sanford. “Jumlah pengunjung tertinggi mencapai 200 ribu orang,” kata Khan. Sebuah kesungguhan dan ketulusan yang membuat banyak orang iri, termasuk Bill Gates.


“Keindahan dari pengajaran Khan adalah konsistensi dia,” ujar Gates. 

Seperti entrepreneur hebat lainnya, Khan terjun di dunia pendidikan tanpa sengaja. Dia lahir dan besar di New Orleans. Khan putra imigran berdarah Bangladesh dan India. Di bangku kuliah, Khan adalah bintang. Dia punya tiga gelar dari universitas ternama di Amerika Serikat: MBA dari Harvard, bachelor of science bidang matematika dari Massachusetts Institute of Technology (MIT), serta bachelor dan master dari MIT untuk bidang kelistrikan. Dia sempat menjadi presiden kelas di MIT. Khan jatuh cinta kepada kegiatan mengajar setelah ia menjadi guru sukarelawan untuk anak-anak Brookline. Ini adalah anak-anak yang mengalami sindrom attention deficit disorder, yang kesulitan memusatkan fokus perhatian. Dia juga tersentuh ketika keponakannya, yang kelas VII, bertanya soal konversi berat dalam kilogram. Khan pun mulai membuat tutorial dengan menggunakan software Yahoo Doodle. Sejak itulah kecanduan mengajar dimulai. Khan mulai membuat tutorial dengan menulis program JavaScript sendiri. Dia bekerja di sela-sela waktu istirahatnya sebagai manajer investasi, di antara waktu main bola. Lalu dia rekam dalam bentuk video dan diunggah ke YouTube. Khan akhirnya benar-benar hidup untuk akademinya setelah mendapat pesangon US$ 1 juta (Rp 9 miliar). Uang itu dia sebut Khan Capital, yang digunakan untuk membiayai hidupnya dengan investasi. Khan berkukuh tak mau mengkomersialkan situsnya. “Saya sudah punya dua mobil Honda, istri yang cantik dan anak yang hebat, serta rumah,” katanya.

_________ Pelajaran berharga dari Khan :
Khan tak pernah miskin dengan kebaikan. Sebab, pengusaha-pengusaha Lembah Silikon pun membanjiri dia dengan donasi. Indonesia butuh orang-orang baik budi dan tidak sombong seperti dia.

Sumber tulisan miring dan foto : 
money.cnn.com & blog.tempointeraktif.com (13-3-2010)

Pursuit of Happyness & Fadli al-Maturidiy

Oleh : Muhammad Ilham  

Malam ini, menonton film "Pursuit of Happyness" (dibintangi aktor kawakan, Will Smith dan aktris cilik berbakat, Jaden Smith). Tak perlu saya narasikan, tapi yang pasti, sungguh berharga menjadi seorang ayah. Film yang menyentuh, sungguh teramat menyentuh, seumpama film "John Q" (pemeran : aktor kelas Oscar, Denzel Washington). Dua film ini, teramat penting untuk ditonton. Pesan yang ingin disampaikannya, sama dengan apa yang diiungkapkan Rabindranat Tagore, "kehadiran seorang anak, adalah pesan bahwa Tuhan tak pernah bosan pada manusia".


"Pursuit of Happyness" (c) foto : selnajaya

Setelah menonton film "Pursuit of Happyness" malam ini, saya-pun rindu ayah ! 

"saya pecinta Soekarno dan Khomeini, tapi secara politik, saya adalah pendukung berat PPP .... lihatlah batu cincin saya, warnanya hijau" ..... (demikian, nukilan kata Fadli Senior, suatu ketika menjelang Pemilu 1987)


(Foto : Almarhum) Ayahanda Tercinta : FADLI AL-MATURIDIY, sekitar tahun 1990-an awal.  

Beliau Tukang jahit, dan ia bangga dengan profesi itu. "Membuat orang bahagia karena memakai baju dan celana baru," katanya pada saya. Pernah kuliah (1960-an awal) di Medan, (juga) pernah menjadi Ketua Pemuda Marhaenis Kdi kota ini tahun 1965, tapi sayang "sejarah mengalahkannya", kalau-lah tidak, mungkin beliau sekaliber Sabam Sirait, itu lho .... politisi senior PDIP, ayahnya politisi muda cerdas, Maruarar Sirait. Akibat imbas gejolak politik 1965, tahun 1967, ia pulang ke Air Bangis dan mendirikan "perusahaan" dengan nama "Melarat" Tailor. Kawan-kawannya heran, mengapa harus "melarat". Sampai sekarang, saya yang anaknya ini, juga tak pernah tahu "ashbab" pemberian nama "Melarat" tersebut.   

Ia yang merupakan pengagum "berat" Soekarno dan pengkoleksi buku-buku Putra Fajar ini, selalu ceria dalam kekurangan finansial. Ketawanya lepas-khas-unik, suaranya "bariton-berat" sempama suara Bob Tutupoly dan Broery Marantika yang disukainya. Wajah mirip Karl Marx .... tapi ia lebih suka dipermiripkan dengan salah seorang idolanya yang lain, Khomeini atau Inyiak Djambek. Menjadi "Pembela" habis-habisan PPP (bukan PDI) kala Orde Baru dalam pentas politik kelas kampung bernama Air Bangis.... dan setahu saya, BUTER (Danramil) di Air Bangis "tidak berani" pada ayah saya, karena sang BUTER adalah "konco palangkinnya" sama-sama minum kopi di sebuah kedai. Ketika menjadi aktifis di Kota Medan, Fadli muda pernah punya Pacar orang Aceh dan Anak Polisi (setingkat Kapolres) Kota Medan nan cantik. Dan itu ia ceritakan dengan "lepas" pada saya yang kala itu masih belum bisa membersihkan ingus warna hijau kebiru-biruan. Ia ingin beritahukan kepada saya ...... "jadilah lelaki yang baik, kamu akan dapat wanita baik, itu saja rumusnya !". Saya masih ingat, dengan menghisap rokok kebanggaannya, KAISER, keluaran Padang Sidempuan, sambil menjahit, ia "mendoktrin" saya tentang siapa sebenarnya Soekarno, Hatta, Tan Malaka, Natsir, Anwar Sadat, Menachen Begin, Aidit, Hamka hingga Lee Kuen Yew.  

Bagi saya .... Ia mahaguru pertama saya yang memperkenalkan Majalah TEMPO (bukan BOBO), Tenggelamnya Kapal van der Wijk, Buku Cindy Adams hingga Biografi NIXON dan KENNEDY, perjuang Khomeini, Khaddafi hingga Guevara. Pada ia-lah untuk kali pertama saya tahu bahwa SOEHARTO jauh lebih kejam dibandingkan Pol Pot .... dan ia ceritakan itu, kala saya menginjak kelas 2 atau 3 SD. Sesuatu hal yang luar biasa untuk kelas kampung. Saya tahu, ia suka rokok DJI SAM SOE, tapi karena "berlangganan" Koran Tempo dan Panji Masyarakat, terpaksa "seleranya" ia turunkan untuk sekedar menikmati Rokok .... KAISER. "Rasa Roti Gabus", katanya. Ia-lah guru "berenang" saya, yang setiap sore, kala usia saya 5 tahun, "memaksa" saya untuk belajar Olah Raga yang menurutnya adalah olah raga yang sebenar-benar "olah raga". Ya ..... Fadli Al-Mathuridi yang setiap pagi selalu mandi sebelum sholat Shubuh di Masjid Pinggir Sungai, yang selalu memutar Channel REUTER dan BBC London setiap pagi dari Radio Butut. 
(I Love You, Pader !!).

Oh ya saya lupa satu lagi. Beliau-lah yang memperkenalkan kepada saya kali pertama, bagaimana enaknya "teh telor".

Jumat, 01 Maret 2013

Catatan Bening Cak Nun

Ditulis ulang : Muhammad Ilham

Banyak orang berpikir rumit tentang Islam, padahal Islam itu simpel. Selain mengajarkan hal-hal yang ghaib, Islam juga mengajarkan ilmu biologi, kimia, fisika, astronomi, matematika, kebudayaan, lingkungan (bagaimana memperlakukan sehelai rumput dan seekor semut), hukum ekonomi, etika jual beli (di pasar, baik arti sempit atau luas), pemerintahan, demokrasi, etika sosial, bahkan sampai etika bersenggama pun diajarkan. Anda menyingkirkan batu di jalan, ya itu Islam. Anda mencangkul dan mengayuh becak sambil berucap Alhamdulillah atau Allohu Akbar, ya itulah Islam. Islam bukan hanya berujud dalam simbol seperti : peci, sorban, dahi hitam, tasbih, jubah, dst, namun ajaran-ajaran konkret yang siapapun, pasti dapat melakukannya.
(Cak Nun : Suara Merdeka, 9 Januari 2013)

___ Malam ini, selepas sholat Isya di Musholla, seorang kawan bertanya, "Pak Ilham, saya jarang ke musholla, sholat berjamaah. padahal sholat berjamaah di masjid besar pahalanya di sisi Tuhan. selalu saya pulang malam, maklum, saya berdagang di pasar raya, tanpa anak buah. menghidupi anak saya yang lima". Saya jawab, sekenanya (maklum, rinai mulai turun), "pak, kualitas dan kuantitas ibadahmu di mata Tuhan, sangat besar. ibadah itu bukan di musholla saja, di pasar raya sana, sambil membayangkan anak bapak yang lima, bapak telah menjaga amanah Tuhan dengan baik ..... tapi jangan terlampau lena".


Sebagai penutup, saya kutip lagi Cak Nun (Suara Merdeka, 24 Desember 2012) :

Karenanya, Rasululloh pernah mengingatkan tentang keseimbangan antara “pasar dan masjid”. Jika kamu terlalu lama di pasar (dalam arti luas), segeralah kembali ke masjid, sebab pasar akan membawamu ke arah materialistis. Ketika ke masjid, maka nurani dan akalmu akan didinginkan bahwa kelak semua materi itu tidak akan kau bawa mati. Materi akan dapat dibawa mati jika mampu ditransformasikan menjadi energi, cahaya atau nur, atau dalam bahasa agamanya “diamal-salehkan” uang dan hartamu hanya dapat dibawa mati jika diperoleh dengan cara yang halal dan digunakan untuk kebaikan bersama.



 


Referensi : Cak Nun (cc. Suara Merdeka)
Foto (c) heningrumahhati & sitonga 

Afifa Ilham dan Tan Malaka

Oleh : Muhammad Ilham 

kala bulan bulat penuh, pada tiga malam yang lalu, pada dua setelah :

(1). Setelah pulang dari mengaji di Musholla dan menyerap materi kaji tentang baik-buruk, kiri-kanan dan seterusnya. (2). Setelah ibunya mengatakan bahwa Tan Malaka adalah pejuang dan pahlawan Indonesia dari kelompok kiri.

(1) dan (2) digabungkannya, jadilah kemudian ia bertanya pada saya : 
"Ayah, Tan Malaka itu Jelek ... ya ?". 
 
"Memangnya mengapa ?", tanya saya sambil menyeruput teh manis yang tak hangat betul.


"Kata guru ngaji, apabila kita menerima catatan amal nantinya di akhirat dari tangan kiri, berarti kita akan masuk neraka. Tadi ibu bilang, Tan Malaka yang gambarnya ada di kamar belakang itu berasal dari kelompok kiri", jawabnya. 
 

Saya (kemudian) diam, dan dalam hati saya (hanya) bergumam, "tak harus saya jelaskan tentang pertanyaannya itu !". 

Lalu saya ambil tustel dan berkata, "Iffa, selalu yang Kiri untuk membersihkan kotoran. Mari kita berfoto di depan-nya !". 


Afifa Ilham, putri sulung terkasih saya
Tak juara kelas
Tapi pintar dari kacamata saya
Penyenang hati, pelipur lara
Penyuka belimbing yang ditanam ibundanya di samping rumah
Saya sayang padannya
Teramat nian

Sabtu, 02 Februari 2013

Perspektif

Oleh : Muhammad Ilham

Gadamer mengatakan bahwa "jangan cari arti kata-kata, tapi pahami bagaimana kata-kata itu difungsikan !"  
(Gadamer, cf. Komaruddin Hidayat, 1999: iv).


"Satu Ikan dengan dua libido" (c) Tony Hirsch cc. Muhammad Ilham Fadli facebook

Dunia ini dipenuhi oleh perspektif. Jangan memvonis, perspektif orang bisa kita samakan dengan perspektif kita. Filosof Hobsbawn (pernah) mengatakan, "hanya tukang jahit yang objektif, karena ia selalu memperbaharui ukuran, setiap kita datang untuk mengupah baju atau celana. Sementara yang lain, selalu menggunakan ukuran dulu untuk sekarang ".


c) foto : http://thedali.org

Sabtu, 29 Desember 2012

2013 Menjelang



Izinkan saya pamit  beberapa waktu ke depan, untuk tidak menulis di Blog ini. 
"Allah menciptakan dua mata, dua telinga dan satu mulut, maka banyaklah belajar mendengar", 
kata almarhum Raja Arab Saudi - Faisal.
Saya sudah mulai kurang menyimak dan mendengar. 
Bacaan saya semakin berkurang karena rutinitas kerja yang tak bisa dihindari. 
Tulang sudah menua yang tak bisa dielakkan. Tak kuat lagi "bertenggang", begadang istilah Rhoma Irama. Karena itulah, beberapa waktu ke depan, saya ingin istirahat menulis sambil menambah isi "cingkunat" saya yang  mulai mengering dengan bacaan. Saya juga ingin fokus mempersiapkan beberapa proposal (riset) untuk "puzzle" berikut yang Insya Allah akan saya tapaki.

Selamat menjelang dan memasuki Tahun 2013
Semoga Allah Azza wa Jalla sentiasa menyayangi kita semua

sumber foto : catperku.info

Minggu, 25 November 2012

Di Bulan Tak Ada Minyak


(Akhirnya) saya faham bin mafhum, mengapa setelah Neil Amstrong cs. mendarat di bulan, Negara Paman Sam dan USSR (Rusia) hingga sekarang tidak lagi "ngotot" mendaratkan manusia di bulan ini. Selidik punya selidik, rupanya bulan tak punya minyak. He he he !


(c) rationalist

Rabu, 21 November 2012

Catatan "Galau" # 1 - 2 : Dialog Imajiner Nagabonar

Oleh : Muhammad Ilham

____ dari beragam interaksi siang tadi.

Catatan #1

Begini saja, Bujang !!
Jangan kau kutuk kegelapan
Nyalakan saja lilin yang kau punyai
Bila ia tak ada
Tak salah pula bersenyap sunyi
Bukan karena kita lemah
Karena itu adalah sebuah solusi

Begini saja, Bujang !! !
Teruslah berharap menjadi lebih baik kedepan
Karena bak kata Lut Szun, berharap itu umpama jalan ditengah rimba. Pada awalnya tak ada, tapi karena sering dilalui, maka jalan itu ada dengan sendirinya.

Begini saja, Bujang !!
Jangan kau anggap orang tak sayang sama kau
kadang-kadang sering kita bersangka salah
Tertutup pintu di depan
Pintu yang lain banyak terbuka
Dan ... mata kau, hanya menghadap dan mengutuk pintu yang tertutup itu.

(untuk kawan, yang selalu melihat segala sesuatu, terlampau ideal. mungkin karena ini pula, ia sering mengutuk)


Catatan #2.

bujang. aku nagabonar bujang. setelah mak-ku, kau-lah orang yang aku sayang. oh ya aku lupa, ada satu lagi, si kirana, yang seharum sabun padang sidempuan itu. harum kali dia bujang, kalau ia lalu, aromanya menggetarkan kelelakian saya seperti bergetarnya rumah mak kau ketika kereta api medan belawan lewat.

bujang menontonkah kau Indonesia Lawyer Club minggu lalu.
tentang grasi si cantik gembong narkoba Ola,  (tapi lebih cantik Kirana. karena itu lagu Bunga Tanjung kupersembahkan selalu padanya)
hangat nian diskusinya.
tapi aku berfikir, memang tuluskah para raja negeri ini memberi grasi itu ?
walau mereka bilang tulus, saya tak percaya.
ingatkah kau NICA, bujang. 

mereka berunding-berunding, tapi NICA masuk juga. 
bohong mereka.

rasanya, kita bisa berguru pada Al Pacino.
tahu kau Al Pacino bujang ?
itu, lelaki ganteng berwajah tirus.
ia lakon paling menarik dalam serial God Father.
di film ini, si Al Pacino pernah berujar :
Tak ada hal yang bisa diputuskan sepihak.  Kompromi senantiasa terjadi. 
 Aku memberikan X kepadamu, kamu memberikan Y kepadaku. 
Tentu saja ada akal sehat dan rasa keadilan yang bekerja di sana tapi juga kepentingan
 ...... yang tak selamanya luhur ".


http://www.desktopwallpapers.in

Padang, dari pukul 14.30 hingga 15.30 waktu Lubuk Lintah
(lebih kurang)


Kamis, 25 Oktober 2012

Apakah Islam Itu ?

Oleh : Muhammad Ilham

Suatu waktu dulu, mantan Presiden Republik Indonesia yang juga tokoh sentral Nahdlatul Ulama, Abdurrahman Wahid, pernah ditanya, "Gus, menurut Gus, apakah Islam itu ?". Ayah Yenny Wahid ini-pun menjawab : "Islam itu ibarat mozaik, seumpama foto yang terpampang di dalamnya foto-foto para wanita yang menutup aurat mereka. Ada yang pakai sari seperti India, ada yang menggunakan kimono, sebagian menggunakan kebaya, ada juga yang memakai kerudung. Intinya, Islam itu ibarat mozaik. Dan Islam itu, memperkaya dan membungkus budaya, bukan menghabisi dan menganggap semuanya itu bid'ah". 

Islam di Indonesia itu, ibarat jilbaber di bawah ini, sangat indah dan variatif :




















Sumber foto : Stefano Romano Portrait

Rabu, 24 Oktober 2012

You are "Here"


Untuk Imla Wifra Ilham dan Aura Izzatul Afifa & Aura Malika Asy-Syifa
Kalian adalah anugerah terindah dari Sang Maha Pemilik



Sumber foto : Lisa Jones (cc: Anonymous ART of Revolution)

Minggu, 14 Oktober 2012

Selera Tak Mengenal Nasionalisme


Padahal, kita tahu dan sejarah mencatat (bahawasanya) Fidel Castro (pemimpin Cuba) 
menjadi salah satu "musuh" abadi JFK. 
Tapi lihatlah, selera dan rasa, 
tak mengenal pilihan ideologi ataupun nasionalisme.



Rabu, 10 Oktober 2012

Indonesia, Lukamu Luka Dalam

Oleh : Muhammad Ilham


Publik (nampaknya) saat ini, mulai menagih janji Presiden yang mengumandangkan untuk berada di garda terdepan dalam pemberantasan korupsi ketika kekuatan anti pemberantasan korupsi menguat. Ketika memainkan formula "tak ingin mencampuri ranah hukum" ___ maka jangan salahkan bila publik memiliki tafsiran sendiri sebagai keberpihakan Presiden dalam kekuatan anti pemberantasan korupsi.


Indonesia, lukamu luka dalam
Cantik di luar, redam remuk di dalam
Presidennya dipuja-puji di negara-negara sana
Tapi mendiam-tuli di negara sini
Penegak hukum bicara atas nama hukum
Tak mau bicara atas nama keadilan
Politisinya bicara atas nama rakyat
Malu tak mau bicara atas nama wakil partai
Ulama sibuk bicara siapa yang bersih dan siapa yang sesat
Tak mau bicara siapa yang korupsi siapa yang tidak
Indonesia, belakangan ini, rasanya kamu Yatim Piatu 

(Teringat) dengan Ali bin Abi Thalib :
 "kebathilan yang terorganisir akan mengalahkan kebaikan yang tidak terorganisir".

(c) kompasiana

sumber foto : search google (cc. rationalist)

Senin, 01 Oktober 2012

Getaran 30 September

Oleh : Muhammad Ilham


30 September, berarti nian. Ada "GETARAN" menjalar. 

___ 30 September 1965, Indonesia BERGETAR karena peristiwa Gerakan 30 September 1965 (G/30 S). Getarannya tercatat dalam sejarah hingga kini.


___ 30 September 2009, Kota Padang dan beberapa wilayah Sumatera Barat BERGETAR .... gempa menghoyak kenyamanan. Getarannya tercatat dalam ranah trauma-psikologis publik, hingga kini.


Dan ....... 30 Septem
ber 2002, Saya BERGETAR, mengikat janji - Ijab Qabul - dengan Istri, cah ayu bermuka bulat. Getarannya tetap terjaga dengan manis, hingga kini.

Dedicated : Imla Wifra Ilham

........ Tanggal 30 September 2002
Hakim Kehidupan, terima Kasih
Kau telah mengetuk palu-MU
Akhirnya, dia jadi Perempuanku
....... 30 September 2012 (10 tahun, begitu indah)

Minggu, 30 September 2012

Harga Diri

Hari ini, dari Goethe :

Kalau kau bukan orang kaya, itu tak penting/banyak juga orang yang tidak kaya. 
Kalau kau bukan orang sehat/masih ada banyak orang yang hidup cacat. 
Kalau kau tak tampan atau cantik/banyak orang yang baik pada orang
tidak tampan atau cantik. 
Kalau kau bukan orang berpendidikan tinggi, dengan sedikit ilmu juga masih bisa hidup. 
Kalau kau tak punya pangkat dan jabatan, posisi penting hanya ditempati beberapa orang saja.
Tapi, kalau kau tak punya HARGA DIRI, lebih baik kau mati saja, karena itu berarti kau tak punya apa-apa.

Sejarah mencatat, selalu orang yang memiliki Harga Diri-lah yang dicatat 
sebagai insan pencerah dan inspiring. 



sumber foto : Amar Abdillah facebook

Minggu, 16 September 2012

Ketika Satu Menjadi Terpecah, (Alamat) Mudah Dihinakan Orang

Oleh : Muhammad Ilham 

Setidaknya sejarah (telah) mencatat dengan baik, bagaimana pertentangan internal jauh lebih mengkhawatirkan dibandingkan tantangan dari "luar". Sejarawan-sosiolog Islam periode awal - Ibnu Khaldun - dalam buku monumentalnya, Muqaddimah, pernah mensinyalir hal ini, dimana kelemahan sebuah komunitas disebabkan oleh konflik internal yang selalu membuat integrasi/ soliditas kelompok itu menjadi melemah. Pada saat itulah, "out-siders" akan memporak-porandakan dan menghancurkan kelompok itu. Menghinakan dan merendahkan martabat mereka. Pertentangan kelompok Syi'ah dan Sunni, tercatat dalam sejarah Islam sebagai pertentangan yang (ditakdirkan) begitu abadi. Syi'ah dan Sunni yang merupakan saudara se-iman, justru saling "menjelekkan" dan merendahkan satu sama lain. Karena itu pulalah, "outsiders" Islam menjadi lebih leluasa untuk menghinakan kita. Semoga persaudaraan sesama muslim lebih terekat dengan baik dan abadi.


Presiden Republik Islam Iran Mahmoud Ahmadinedjad (Representasi Syi'ah) dan Raja Arab Saudi, Abdullah bin Abd al-Aziz (Representasi Sunni). Semoga apa yang diungkapkan Wikileaks yang "menggemparkan" itu : "Raja Arab Saudi Abdullah bin Abd al-Aziz mendesak Amerika Serikat untuk menyerang Iran dengan tujuan menghancurkan program nuklir negara itu", tidak benar adanya.

Bergetar & marah-bergejolak, ketika Baginda Nan Mulia Muhammad SAW. putra tersayang Siti Aminah, diperhinakan orang, (namun) teringat pula dengan penggal lagu Maher Zain : 


Marah untuk Rasulullah
Tetapi dengan etiket dan budi pekerti Rasulullah SAW. 

Sumber Foto : tribunnews.com